Warga Babatan Tolak Keberadaan Crusher, Trauma Dampak Lingkungan di Masa Lalu Minta Pemkab dan DPRD Bersikap

Warga Babatan Tolak Keberadaan Crusher, Trauma Dampak Lingkungan di Masa Lalu Minta Pemkab dan DPRD Bersikap

Julian Riswanto--

 

 

Babatan - Warga RT 02 Kelurahan Babatan Kecamatan Sukaraja menyatakan penolakan terhadap keberadaan pemecah batu (crusher) di wilayah mereka. Penolakan ini dilatarbelakangi trauma masyarakat terhadap pengalaman sebelumnya, di mana aktivitas serupa pernah menimbulkan kerusakan lingkungan dan polusi.

 

“Kami melakukan penolakan karena warga masih trauma dengan kejadian di masa lalu. Sebelumnya, di Babatan pernah ada crusher yang merusak lingkungan dan menyebabkan polusi,” ujar Julian, Minggu (25/1).

 

Dijelaskannya, penolakan tersebut datang dari sejumlah warga yang bermukim di sekitar lokasi PT yang akan mengoperasikan crusher. Masyarakat berharap aspirasi mereka dapat diakomodasi oleh pihak terkait.

BACA JUGA:Besok Honorer yang Dirumahkan, Gelar Audensi di DPDR Seluma

BACA JUGA:All New Toyota Kijang Innova Zenix Resmi Diluncurkan di Pasar Otomotif Indonesia dengan Diskon Menarik

“Yang jelas, beberapa warga yang tinggal di sekitar lokasi menyatakan penolakan. Kami berharap suara kami ini bisa diakomodir. Dalam waktu dekat, kami akan mengirimkan surat kepada DPRD Seluma dan Bupati Seluma agar membantu masyarakat menolak keberadaan crusher ini,” jelasnya.

 

Julian menambahkan, warga tidak ingin kejadian serupa kembali terulang. Menurutnya, langkah pencegahan perlu dilakukan sejak dini sebelum dampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat kembali terjadi.

 

“Kami tidak ingin kejadian sebelumnya terulang. Sebelum timbul polusi dan kerusakan lingkungan, lebih baik dicegah dari sekarang,” tutupnya

Sumber: