FIFGROUP dan Pemerintah Kota Depok Tekan Prevalensi Stunting

Rabu 21-06-2023,16:45 WIB
Reporter : radarseluma
Editor : radarseluma

BACA JUGA: Sudah Lapor Sebulan, Tanah Ber-SHM Yang Diserobot Oknum Belum Diproses

 

Ini juga sebagai bentuk komitmen FIFGROUP dalam Environment, Social, and Governance (ESG) Goals yaitu Community Relations, dan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke-2 yaitu Tanpa Kelaparan, dan ke-3 yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

 

Human Capital (HC), General Support (GS), Corporate Communication, Environtment Health Safety, Social Responsibility (EHSSR) & Sustainability Director FIFGROUP, Esther Sri Harjati menyampaikan : “Kami melihat Kota Depok telah melampaui target angka prevalensi nasional, yaitu di 12,6%. Hal ini sangat bagus sehingga FIFGROUP ingin turut mengambil bagian dalam langkah pemerintah Kota Depok dalam menekan angka prevalensi, dan fokus mendukung hingga mencapai angka yang lebih rendah lagi, agar dapat menjadi percontohan bagi daerah lainnya.”

 

150 Anak Kurang Gizi dan 150 Ibu Hamil

FIFGROUP Peduli Stunting dilakukan selama 2023 dengan terbagi menjadi 3 tahap dalam pemberian makanan sehat dan vitamin. Setiap tahap akan dilaksanakan di 3 titik dengan masing-masing 50 anak kurang gizi dan 50 ibu hamil, sehingga total dari keseluruhan program ini adalah 150 anak kurang gizi dan 150 ibu hamil. Dalam tiap tahapnya, cabang akan memantau perkembangan anak berdasarkan bantuan yang diberikan. 

 

Untuk tahap pertama dilakukan pada Jum’at, 19 Mei 2023 silam di 2 titik lokasi yaitu Kelurahan Duren Mekar dan Kelurahan Duren Seribu, dan bekerja sama dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di masing-masing lokasi, dengan membagikan vitamin dan makanan sehat.

 

BACA JUGA:Jonaidi SP akan Awasi Pembangunan Pelabuhan Nusantara, Biar Cepat dan Tepat

Pada hari ini juga, FIFGROUP memberikan bantuan sebesar Rp10 juta melalui Karang Taruna Muda Berjaya dalam menjalankan usaha ternak ikan. Hal itu digelar sebagai dukungan SDGs no. 8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

 

Stunting di Indonesia

Data terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa lebih dari 22% anak di dunia di bawah usia lima tahun mengalami stunting. Ini berarti lebih dari 149 juta anak di seluruh dunia menghadapi risiko dampak jangka panjang pada kesehatan dan perkembangan mereka.

Kategori :