Keluruhan Bunga Mas merupakan suatu wilayah yang berada di Kecamatan Seluma Timur. Sebelum menjadi kelurahan di bawah pemerintahan, Kelurahan Bunga Mas merupakan pemerintah adat. Ketika dihapuskannya keresidenan dan kewedanaan saat itu juga Bunga Mas tidak lagi pemerintah adat. Kali ini Radar Seluma akan mengulas sejarah Kelurahan Bunga Mas, dari mulai terbentuknya hingga dinamai Bunga Mas. Berikut liputannya. ANDRY DINATA - Bunga Mas Kelurahan Bunga Mas saat ini terus berkembang dengan jumlah penduduk yang terus bertambah. Tidak hanya masyarakat asli saat ini masyarakat dari luar daerah juga terus bertambah. Berada persis di pinggir jalan lintas Bengkulu Manna, masyarakat di Kelurahan Bunga Mas banyak yang ekonominya sudah mapan. Sebelum berdiri menjadi Kelurahan Bunga Mas merupakan desa yang berada di Kecamatan Seluma Timur. Mayoritas masyarakat di Bunga Mas berniaga dan juga bertani. Letaknya yang berada persis di pinggir jalan lintas sangat strategis untuk berniaga. Kemudian Kelurahan Bunga Mas yang dihapit oleh dua sungai membuat lahan di sana subur dan cocok untuk bertani. Asal usul dinamai Bunga Mas diriwayatkan saat itu serombongan orang yang berasal dari sebuah dusun di lereng kaki Gunung Dempo Pagar Alam melakukan perjalanan ke pesisir kerajaan Bangkahulu. Tujuan rombongan ini adalah untuk mencari lahan subur yang nantinya akan digunakan untuk bercocok tanam. Sejumlah wilayah sudah didatangi oleh rombongan yang dipimpin Perpatih Sakti. Namun wilayah tersebut belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Perpatih Sakti hendak mencari lahan yang berada di pinggir sungai besar, karena lahan yang berada di pinggir sungai subur. Lalu tibalah rombongan ini di lokasi, kemudian rombongan berpencar dan merintis hutan untuk mencari lahan yang akan dijadikan tempat bermukim dan juga bercocok tanam. "Pemimpin rombongan Perpatih Sakti lantas berjalan sendiri untuk mencari lahan yang dihapit oleh dua sungai. Setelah menemukan lahan yang sesuai keinginan selanjutnya Perpatih Sakti dan rombongan beristirahat sejenak," kata H Bustan A Dali tokoh masyarakat Kelurahan Bunga Mas. Setelah beristirahat untuk melepas lelah karena sudah menempuh perjalanan yang jauh, rombongan ini melihat pohon beringin yang sedang berbunga. Dan keanehan terjadi salah satu bunga memancarkan sinar kuning menyerupai emas. Saat itu Perpatih Sakti berkata Bunga Emas. "Kemudian dikatakan dalam bahasa Basemah bahwa mulai saat itu nama wilayah yang mereka temukan itu adalah Bunga Emas," cerita Bustan. Sejak saat itu nama Bunga Emas terus melekat, memasuki akhir hayatnya Perpatih Sakti memerintahkan pembantu-pembantunya untuk membentuk pemerintah adat dengan pertimbangan masyarakat yang terus bertambah. Kemudian dibentuklan pemerintah adat yang dipimpin oleh Depati atau kepala dusun.(**/prw)
Sejarah Kelurahan Bunga Mas Beringin yang Berbunga Emas
Kamis 29-12-2022,10:06 WIB
Reporter : admin5131radarseluma1
Editor : admin5131radarseluma1
Kategori :
Terkait
Kamis 29-12-2022,10:06 WIB
Sejarah Kelurahan Bunga Mas Beringin yang Berbunga Emas
Rabu 28-12-2022,10:19 WIB
Seluma Dapat Penghargaan Sebagai Kabupaten Informatif
Rabu 28-12-2022,10:13 WIB
Tais, Buah Asam Yang Dimakan Raja
Terpopuler
Rabu 04-02-2026,20:01 WIB
Mediasi Gagal, Dugaan Perselingkuhan Warga Dusun Baru dan Oknum Pengurus BMA di Seluma ke Polisi
Rabu 04-02-2026,21:00 WIB
Jumat 6 Februari, Gubernur Helmi Resmikan Jembatan Matan di Seluma
Rabu 04-02-2026,19:04 WIB
Cegah Rabies,Dinas Pertanian Seluma Gencarkan Vaksinasi HPR
Kamis 05-02-2026,01:00 WIB
OD55 Sports Bergabung dengan Panggung Global MotoGP, Mitra Resmi Premium Honda LCR
Kamis 05-02-2026,07:02 WIB
Jetour T2 Terbakar di Tol Jagorawi Usai Ditabrak BMW, Simak Spesifikasinya
Terkini
Kamis 05-02-2026,14:48 WIB
Anggota DPRD Seluma Minta Rencana Crusher di Babatan Ditinjau Ulang, Dorong Mediasi Warga dan Perusahaan
Kamis 05-02-2026,11:01 WIB
Cristiano Ronaldo Tinggalkan Kembali ke Portugal
Kamis 05-02-2026,10:00 WIB
Simak Penjelasan Jetour, soal Mobilnya Terbakar di Tol Jagorawi
Kamis 05-02-2026,09:00 WIB
Usai Bertemu Prabowo, MUI Dukung Keputusan RI Gabung Board of Peace
Kamis 05-02-2026,08:09 WIB