Mediasi Dugaan Penahanan Raport di SMPN 11 Seluma Berlangsung Tegang

  Mediasi Dugaan Penahanan Raport di SMPN 11 Seluma Berlangsung Tegang

Mediasi guru dan orang tua siswaa yang raport anaknya ditahan--

 

Seluma, Radarseluma.Disway.idMediasi terkait dugaan penahanan raport siswa oleh pihak SMP Negeri 11 Seluma berlangsung tegang dan diwarnai isak tangis serta adu argumen bernada tinggi. Musyawarah tersebut difasilitasi langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seluma, Munarwan, serta dihadiri Wakil Ketua I DPRD Seluma Samsul Aswajar dan anggota DPRD H. Hardi.

 

BACA JUGA:Jonatan Christie Gagal Juarai India Open 2026

BACA JUGA: Potensi Cetak Sawah Rakyat 2026 di Seluma Capai 800 Hektare

Dalam mediasi itu, wali kelas siswa, Yulizar, menjelaskan bahwa pihak sekolah menerapkan sanksi berupa denda buku tulis bagi siswa yang alpa atau membolos. Ia menyebutkan, anak dari wali murid Fitri diketahui telah tidak masuk sekolah selama 24 hari, sehingga sesuai kesepakatan internal sekolah, denda tersebut harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum raport dapat diserahkan.

 

“Denda itu bukan dalam bentuk uang, tetapi buku tulis. Karena yang bersangkutan sudah lama tidak masuk, maka denda itu diberlakukan jika ingin mengambil raport,” jelas Yulizar dalam musyawarah.

Sementara itu, Fitri selaku wali murid mengaku tidak berniat menyudutkan pihak SMPN 11 Seluma saat memviralkan video di media sosial. Ia menyampaikan aksinya dilakukan karena sudah merasa kecewa dan terdesak, lantaran raport anaknya sangat dibutuhkan untuk mengurus beasiswa namun belum juga diterima.

 

“Saya tidak bermaksud menjelekkan sekolah. Saya hanya butuh raport untuk keperluan beasiswa anak saya. Saya juga sudah mengirimkan uang melalui anak saya untuk membayar denda tersebut,” ungkap Fitri dengan nada emosional.

Guru bernama Hesti, yang videonya sempat viral di media sosial, turut memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak menahan raport, melainkan hanya dititipi oleh wali kelas.

 

Menanggapi polemik tersebut, Wakil Ketua I DPRD Seluma Samsul Aswajar menegaskan bahwa persoalan pendidikan seharusnya diselesaikan secara bijak dan mengedepankan kepentingan anak.

Sumber: