Belajar dari Keteguhan Hati Sahabat dalam Menjaga Istiqamah Hijrah

Belajar dari Keteguhan Hati Sahabat dalam Menjaga Istiqamah Hijrah

Radarseluma.disway.id - Belajar dari Keteguhan Hati Sahabat dalam Menjaga Istiqamah Hijrah--

 

Reporter: Juli Irawan 

Radarseluma.disway.id - Hijrah bukan sekadar berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Ia adalah simbol perubahan menyeluruh: dari gelap menuju terang, dari kekufuran menuju iman, dari kelalaian menuju ketaatan. Namun, yang lebih berat dari sekadar berhijrah adalah istiqamah dalam hijrah itu sendiri.

Istiqamah berarti teguh, konsisten, dan tidak berpaling kembali kepada keburukan. Para sahabat Nabi Muhammad SAW adalah contoh terbaik dalam hal ini. Mereka tidak hanya berhijrah secara fisik dari Makkah ke Madinah, tapi juga meninggalkan gaya hidup jahiliyah untuk hidup di bawah naungan Islam. Keteladanan mereka mengajarkan kita bahwa keimanan yang benar membutuhkan keteguhan hati.

Keteladanan Sahabat dalam Menjaga Istiqamah Hijrah

1. Bilal bin Rabah: Kesetiaan Tanpa Kompromi

Bilal bin Rabah adalah simbol kesabaran dan keteguhan dalam iman. Meski disiksa habis-habisan oleh tuannya, ia tetap teguh mengucapkan "Ahad, Ahad!" (Allah Yang Maha Esa). Ketika diberi kesempatan untuk selamat dengan menyembah berhala, ia menolaknya. Setelah hijrah ke Madinah, Bilal tetap konsisten menjadi muadzin dan pembela agama.

Firman Allah SWT:

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْاۚ

Artinya: "Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas." (QS. Hud: 112)

Ayat ini menegaskan perintah untuk istiqamah, bukan hanya kepada Nabi Muhammad Rasulullah SAW tetapi juga kepada para sahabat dan umat Islam secara umum.

2. Umar bin Khattab: Keberanian dan Konsistensi dalam Dakwah

Umar bin Khattab dikenal dengan keberaniannya. Ketika berhijrah, ia tidak sembunyi-sembunyi seperti kebanyakan orang, tetapi terang-terangan mengumumkannya. Setelah hijrah, Umar tidak pernah mundur dari perjuangan Islam, bahkan sampai menjadi khalifah yang memimpin dengan keadilan dan kebijakan.

Dalam sebuah hadits disebutkan:

قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ

Sumber:

Berita Terkait