Menjaga Kebersihan sebagai Bagian dari Iman Bagi Umat Muslim
Radarseluma.disway.id - Menjaga Kebersihan sebagai Bagian dari Iman Bagi Umat Muslim--
Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Kebersihan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim. Dalam ajaran Islam, menjaga kebersihan tidak sekadar urusan fisik semata, tetapi juga bagian dari dimensi keimanan dan spiritualitas seorang hamba kepada Allah SWT. Banyak umat Islam yang memahami bahwa kebersihan adalah sunnah, namun sedikit yang menyadari bahwa ia merupakan bagian dari keimanan yang wajib dijaga.
Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya kebersihan dalam segala aspek kehidupan, baik kebersihan badan, pakaian, tempat tinggal, hingga kebersihan hati dan jiwa. Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang sangat mencintai keteraturan, keindahan, dan kesehatan, semuanya berawal dari kebersihan.
Kebersihan dalam Perspektif Al-Qur’an
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya: "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri." (QS. Al-Baqarah: 222)
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah mencintai hamba-Nya yang menjaga kebersihan lahir dan batin. Mutathahhirin berasal dari kata tathahhur yang berarti menyucikan diri, baik dengan wudhu, mandi, maupun membersihkan diri dari najis dan kotoran.
Begitu pula dalam surat At-Taubah Allah SWT berfirman:
فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ
Artinya: "Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih." (QS. At-Taubah: 108)
Ayat ini turun mengenai penduduk Quba yang dikenal rajin membersihkan diri setelah buang hajat, bahkan menggunakan air, bukan hanya batu. Kebiasaan baik mereka tersebut dipuji oleh Allah SWT dan menjadi teladan bagi umat Muslim.
BACA JUGA:Peran Pendidikan dalam Meningkatkan Iman Bagi Umat Muslim
Kebersihan dalam Hadis Nabi SAW
Nabi Muhammad SAW bersabda:
الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَانِ
Artinya: "Kebersihan adalah bagian dari iman." (HR. Muslim)
Hadis ini secara eksplisit menempatkan kebersihan sebagai bagian dari iman, bukan sekadar kebiasaan baik atau perkara duniawi. Thaharah dalam hadis ini bukan hanya bersih fisik, tetapi juga meliputi bersuci dari hadats, najis, dan kotoran batin seperti iri, dengki, dan sombong.
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ، نَظِيفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ، كَرِيمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ، جَوَادٌ يُحِبُّ الْجُودَ، فَنَظِّفُوا أَفْنِيَتَكُمْ
Artinya: "Sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan mencintai kebaikan, Maha Bersih dan mencintai kebersihan, Maha Dermawan dan mencintai kedermawanan. Maka bersihkanlah halaman rumah kalian." (HR. Tirmidzi)
Hadis ini menjelaskan betapa Allah mencintai nilai-nilai keindahan dan kebersihan, bahkan hingga ke halaman rumah yang sering kali dianggap remeh.
Implementasi Kebersihan dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam kehidupan sehari-hari, menjaga kebersihan dalam Islam mencakup:
1. Kebersihan Diri
Mandi, berwudhu, mencuci tangan, menyikat gigi (bersiwak), memotong kuku, mencukur rambut kemaluan, dan membersihkan ketiak adalah bagian dari sunnah fitrah yang sangat dianjurkan.
2. Kebersihan Pakaian dan Tempat
Islam menekankan pentingnya pakaian yang suci untuk beribadah. Allah berfirman:
وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ
Artinya: "Dan pakaianmu bersihkanlah."(QS. Al-Muddatstsir: 4)
3. Kebersihan Makanan dan Minuman
Makanan yang halal dan tayyib (baik) adalah perintah agama. Nabi juga melarang makan dengan tangan kotor atau dalam kondisi najis.
4. Kebersihan Lingkungan
Islam melarang buang air sembarangan, membuang sampah di jalanan, bahkan memberi ganjaran bagi orang yang menyingkirkan gangguan dari jalan.
Rasulullah SAW bersabda:
الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ
Artinya: "Iman itu memiliki lebih dari 70 cabang. Yang paling utama adalah ucapan 'La ilaha illallah', dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan." (HR. Muslim)
BACA JUGA:Menjaga Lisan dari Perkataan yang Sia-Sia: Antara Adab dan Amanah Lisan dalam Pandangan Islam
Dimensi Spiritual Kebersihan
Kebersihan bukan hanya soal fisik, tetapi juga rohani. Hati yang kotor oleh kebencian, iri, dan kemaksiatan akan jauh dari cahaya iman. Maka menjaga kebersihan hati dari penyakit-penyakit jiwa juga merupakan bentuk thaharah batin.
Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa kebersihan batin lebih penting dari kebersihan lahir, sebab yang menentukan diterimanya amal adalah hati yang bersih.
Dari penjelasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa menjaga kebersihan dalam Islam adalah perintah agama yang mencerminkan kualitas iman seseorang. Baik dalam bentuk fisik maupun rohani, kebersihan menjadi simbol ketaatan, ketakwaan, dan kepedulian terhadap lingkungan serta sesama manusia. Al-Qur’an dan Hadits telah dengan tegas menekankan pentingnya kebersihan, dan menjadikannya sebagai bagian dari kesempurnaan iman seorang Muslim.
Di tengah tantangan zaman modern, umat Islam harus kembali menghidupkan nilai-nilai kebersihan dalam kehidupan sehari-hari. Menjaga kebersihan bukan hanya soal gaya hidup sehat, tetapi juga bukti nyata dari keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT. Dengan tubuh yang bersih, lingkungan yang rapi, dan hati yang suci, seorang Muslim akan lebih mudah mendekat kepada Allah dan menebarkan manfaat kepada sesama.
Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang dicintai Allah karena menjaga kebersihan, lahir maupun batin. Aamiin. (djl)
Sumber: