BKD Seluma

Petani Sawit kaget! Harga Sawit di Seluma Turun Drastis

  Petani Sawit kaget! Harga Sawit di Seluma Turun Drastis

Harga sawit turun--

Dirinya juga menjelaskan, banyaknya buah sawit yang masuk ke pabrik membuat para toke atau pengepul harus mengantre cukup lama. Bahkan, antrean kendaraan di pabrik CPO disebut bisa mencapai dua malam sebelum mendapatkan giliran bongkar muatan.

 

"Para toke sampai harus mengantre selama dua malam di pabrik karena buah sawit menumpuk. Akibatnya pengiriman tersendat dan harga sawit ikut turun," katanya.

 

Menurut Herwan, salah satu penyebab utama terjadinya penumpukan TBS sawit ialah terbatasnya jam operasional pabrik CPO. Dirinya menilai sebagian pabrik hanya melakukan produksi sekitar delapan jam per hari sehingga tidak mampu mengimbangi tingginya pasokan buah dari petani.

 

BACA JUGA:Ternyata Ini Asal Usul Kata “Oke” yang Sering Dipakai Sehari-hari

BACA JUGA:Dapat Tanah dari Orang Tua? Begini Proses Balik Nama Sertipikat yang Benar

Karena itu, dirinya meminta pemerintah daerah turun tangan untuk memberikan teguran kepada pihak pabrik agar menambah jam produksi. Dengan meningkatnya waktu operasional, diharapkan proses pengolahan buah sawit dapat berjalan lebih cepat dan antrean kendaraan bisa berkurang.

 

"Kami berharap pemerintah bisa menegur pihak pabrik CPO agar menambah jam produksi. Jangan hanya delapan jam saja, kalau bisa hingga 20 jam supaya penumpukan buah sawit dapat diatasi," tegasnya.

 

Selain meminta penambahan jam produksi, Herwan juga berharap adanya pengawasan dari pemerintah terhadap sistem pembelian sawit di pabrik. Sebab, para petani menduga penurunan harga TBS sawit tidak sepenuhnya disebabkan faktor antrean dan penumpukan buah, melainkan adanya dugaan permainan harga dari pihak tertentu.

 

Menurutnya, penurunan harga yang terjadi dalam waktu singkat membuat petani semakin terbebani, terlebih sebagian besar masyarakat di Kabupaten Seluma menggantungkan penghasilan dari sektor perkebunan kelapa sawit.

Sumber: