Kasus Anak Terlantar di Sukarami Berpeluang Dibawa ke Ranah Hukum

 Kasus Anak Terlantar di Sukarami Berpeluang Dibawa ke Ranah Hukum

Kunjungan ke rumah 3 anak di Sukaramai Seluma--

 

 

Seluma, Radarseluma.Disway.id — Penanganan kasus lima anak terlantar di Desa Sukarami, Kecamatan Seluma Selatan, terus berproses setelah Tim UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Seluma melakukan kunjungan lapangan yang didampingi langsung oleh pemerintah desa. Meski kedatangan telah diinformasikan sebelumnya, tim hanya berhasil bertemu dengan tiga dari lima anak tersebut.

 

BACA JUGA: Vantage Data Centers, Selesaikan Investasi $1,6 Miliar di Platform APAC dari GIC dan ADIA

BACA JUGA:Ada Tekanan Fiskal Pemda Seluma, TPP ASN Seluma Terancam Dipotong

Dari penelusuran awal, diketahui bahwa kedua orangtua anak-anak ini telah resmi bercerai. Tim UPTD PPA bersama perangkat desa juga menelusuri apakah ayah kandung masih memberikan nafkah. Menurut keterangan anak sulung, ayah mereka hanya tiga kali memberikan uang setelah perceraian dan sudah lama tidak lagi menafkahi. Setelah kasus ini viral, ayah kembali memberikan uang sebesar Rp150 ribu.

 

Pihak pemerintah desa melalui Kepala Dusun mengarahkan agar penyelesaian sementara ditempuh melalui mediasi, mempertimbangkan kondisi ekonomi ayah yang serba terbatas. Namun opsi membawa perkara ini ke jalur hukum tetap terbuka jika mediasi tidak mencapai hasil.

 

Sementara itu, ibu kandung dari lima anak tersebut bekerja sebagai TKW di Singapura. Uang nafkah yang dititipkannya biasanya disalurkan melalui bibi anak-anak, namun mereka mengaku tidak ingin membebani ibunya yang bekerja di luar negeri.

 

BACA JUGA:BSI Literasi Anak Muda Punya Emas, Dikenalkan Melalui Event Olahraga

Kepala DP3APPKB Seluma, Sumiati melalui Kepala UPTD PPA Seluma, Rudi, menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan hak-hak anak tetap terpenuhi. “Tim kami sudah turun langsung untuk memastikan kondisi anak-anak. Jika mediasi tidak memberikan penyelesaian, maka jalur hukum bisa ditempuh demi perlindungan terbaik bagi anak,” tegasnya.

Sumber: