Cerita Rakyat Rejang Lebong, Legenda Asal Usul Kota Curup

Cerita Rakyat Rejang Lebong, Legenda Asal Usul Kota Curup

Radar Seluma. Disway.id Asal usul Kota Curup Rejang Lebong Provinsi Bengkulu --

Radar Seluma. Disway.id - Propinsi Bengkulu terdiri dari sembilan (9) Kabupaten dan satu (1) Kotamadiya yang terkenal dengan banyak memiliki Suku dan bahasa daerah yang berbeda-beda yang terdiri dari Suku Rejang, Serawai dan Suku Lembak serta yang lainnya juga terkenal kesuburan tanah nya sehingga Propinsi Bengkulu merupakan banyak memiliki lahan pertanian yang subur.

BACA JUGA:Legenda Bunga Rafflesia Arnoldii Dari Bengkulu, Kisah Bunga Dari Kutukan Cinta

Salah satunya yaitu Kabupaten Rejang Lebong yang merupakan bagian dari Propinsi Bengkulu dengan Suku Rejang yang beribukota Curup namun nama Kota Curup memiliki cerita yang sangat menarik untuk kita ketahui berikut asal usul Kota Curup Rejang Lebong.

Ada sebuah kisah yang mencetitakan tentang kisah asal usul nama Kota Curup yang saat ini merupakan pusat wilayah Ibukota Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu.

Dahulu kala wilayah ini dihuni oleh suku Rejang yang hidup sederhana di tengah hutan lebat dengan tanah yang subur yang hidupnya bergantung pada hasil alam dan bumi dan terkenal dengan kemampuan nya dalam bercocok tanam atau bertani.
 
 
Alkisah diceritakan hiduplah seorang pemimpin yang sangat bijaksana bernama Puyangjang Patpetulai yang menjadi pemimpin masyarakat yang terkenal dengan sangat adil.
Namun Suatu ketika daerah mereka dilanda kekeringan kemarau yang sangat panjang yang mengakibatkan sungai-sungai kecil menjadi mengering hingga berdampak terhadap  tanaman tumbuh masyarakat sehingga menjadi gagal panen.
 
Sebagai seorang pemimpin Puyangjang bertanggung jawab terhadap masyarakat nya sehingga Puyangjang terpaksa mencari siolusi untuk menyelamatkan rakyatnya. Maka dalam upaya mencari sumber air Puyangjang memimpin masyarakat mengajak masyarakat untuk menuju sebuah lembah yang kini menjadi lokasi Kota Curup Ibukota Rejang Lebong Provinsi Bengkulu.
 
 
Di lembah itu mereka menemukan sebuah Curup atau atau air kecil yang mengalir kecil dan jernih dari celah batu dan air itu menjadi penyelamat bagi penduduk dan menghidupkan lagi ladang-ladang sehingga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
 
Karena jasa besar Curup itu maka kemudian masyarakat menamai daerah itu dengan nama Curup sebagai penghormatan kepada sumber air yang telah membawa kehidupan.
Hingga saat ini Curup dikenal sebagai wilayah yang kaya akan keindahan alam termasuk air terjunnya yang mempesona.
 
Kisah ini menjadi pengingat akan masyarakat Rejang dalam menghadapi tantangan dan pentingan untuk menjaga alam untuk keberlangsungan hidup.
 
Curup merupakan Ibukota Kabupaten Rejang Lebong, berasal dari bahasa Rejang yang dimelayukan, yang berasal dari kata cu'up yang berarti air terjun dalam bahasa Rejang. 
Curup awalnya hanya merujuk pada Dusun Curup, salah satu desa utama Marga Selupu Rejang. Dusun ini didirikan di dekat air terjun dan diberi nama sesuai dengan ketampakan alam di sekitarnya. 
 
Nama Curup kemudian diperluas untuk menyebut daerah-daerah lain di sekitarnya, termasuk Pasar Curup yang didirikan Belanda. Pasar Curup menjadi cikal bakal Kecamatan Curup yang sekarang. 
Pada tahun 2005, Kecamatan Curup dipecah menjadi lima kecamatan, yaitu Curup, Curup Selatan, Curup Tengah, Curup Timur, dan Curup Utara.  
 
Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu yang merupakan Kabupaten induk yang mana saat ini Kabupaten Rejang lebong menjadi  tiga Kabupaten setelah pemekaran wilayah yaitu Kabupaten Lebong yang berbatasan Dengan Kota Lubuk Linggau Propinsi Sumatra Selatan dan Kabupaten Kepahiang yang berbatasan dengan Kabupaten Lahat Sumatera Selatan.(djl) 
 
 
 

Sumber: