Perputaran uang Triliunan di Tambang, Tidak Mendongkrak Ekonomi Masyarakat Sekitar

Perputaran uang Triliunan di Tambang, Tidak Mendongkrak Ekonomi Masyarakat Sekitar

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan--

 

Bengkulu, Radarseluma.Disway.id - Apakah pertambangan mensejahterakan warga sekitar. Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi yang dikenal (KDM), menegaskan tidak. Dicontohkannya dalam kasus Rumpim, Kasus renghas jajar dan sekitarnya, aliran uang yang miliaran setiap bulan atau ratusan miliar sebulan, tidak membantu perekonomian warga sekitar.

BACA JUGA:Keteladanan Rasulullah SAW dalam Menasihati Abu Hurairah RA: Hikmah, Kasih Sayang, dan Tuntunan Iman yang Abad

BACA JUGA: TRM Labs Bermitra dengan Badan Keamanan Siber Singapura, Memajukan Intelijen Ancaman Siber

''Karena baru ditutup sebentar, warga sudah ditagih oleh bank keliling. Karena warga meminjam,''jelasnya.

Tidak hanya itu, infrastruktur di sekitar tambang hancur. ''Yang paling dekat kasus adalah, warga yang juga anggota Linmas. Yang seharinya jadi kuli batu dan hanya makan kelapa, rumahnya juga sudah hampir roboh. Dari situlah kita belajar bahwa tambang sering kali rakyat dijadikan ujung tombak untuk memprotes kebijakan pemerintah. Seperti misalnya tambang ditutup, maka rakyat yang disuruh maju memprotes kebijakan. Sementara rakyat sendiri tidak sejahtera akibat tambang,''jelasnya.

Hal inilah yang ingin diterapkan juga Gubernur Bengkulu, H. helmi Hasan terkait pembukaan tambang di Seluma Bengkulu. 

 

Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE menegaskan bahwa masyakarat merupakan kunci dari perizinan tambang emas di Kawasan Bukit Sanggul Seluma.

Gubernur Helmi tegas menyatakan bahwa belum memberikan kepastikan kepada PT. Energi Swadaya Dinamika Muda (ESDM) sebelum masyarakat memahami dan menerima adanya pertambangan emas di Bukit Sanggul. 

 

BACA JUGA:Chaozhou, Kota Berusia Ribuan Tahun Tuan Rumah Konvensi Internasional Teochew ke-23

“Mereka bersurat ke Pemprov, balasan Pemprov apa, belum bisa memberikan keputusan apakah menerima atau menolak sebelum masyarakat memahami,” paparnya.

Menurut Helmi, saat ini masih banyak masyarakat yang menolak akan kehadiran tambang di emas tersebut dengan berbagai alasan. Untuk itu ia tidak bisa memberikan keputusan yang tidak didasari oleh rakyat itu sendiri.

Sumber: