Mendekatkan Diri dengan Al-Qur’an di 10 Malam Terakhir

Radarseluma.disway.id - Mengamalkan Al-Qur’an dalam Kehidupan Sehari-hari--
Radarseluma.disway.id - Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Rasulullah SAW dan para sahabat sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah, terutama di 10 malam terakhir. Salah satu bentuk ibadah yang paling utama adalah mendekatkan diri dengan Al-Qur’an, baik dengan membacanya, mentadabburinya, maupun mengamalkannya.
Allah SWT menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, sebagaimana firman-Nya:
شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًۭى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَـٰتٍۢ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ
Artinya: "Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil)." (QS. Al-Baqarah: 185)
Oleh karena itu, 10 malam terakhir Ramadan menjadi waktu yang istimewa untuk lebih mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.
BACA JUGA:Keutamaan I'tikaf: Menyendiri Bersama Allah
Keutamaan 10 Malam Terakhir Ramadan
Dalam 10 malam terakhir, Rasulullah SAW meningkatkan ibadahnya, sebagaimana disebutkan dalam hadits:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
Artinya: "Apabila telah masuk sepuluh malam terakhir (Ramadan), Rasulullah SAW mengencangkan sarungnya (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya." (HR. Bukhari & Muslim)
Hadits ini menunjukkan betapa seriusnya Rasulullah SAW dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT pada 10 malam terakhir, termasuk dengan Al-Qur’an.
Cara Mendekatkan Diri dengan Al-Qur’an di 10 Malam Terakhir
1. Membaca Al-Qur’an dengan Khusyuk
Membaca Al-Qur’an dengan tartil dan memahami maknanya adalah salah satu cara utama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Firman-Nya:
وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلًۭا
Artinya: "Dan bacalah Al-Qur’an dengan tartil (perlahan-lahan)." (QS. Al-Muzzammil: 4)
Dengan membaca Al-Qur’an, hati menjadi tenteram, sebagaimana Allah ﷻ berfirman:
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ
Artinya: "Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra’d: 28)
2. Mentadabburi dan Menghayati Makna Al-Qur’an
Tidak hanya membaca, kita juga diperintahkan untuk mentadabburi (merenungkan) maknanya. Firman Allah SWT:
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلْقُرْءَانَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا
Artinya: "Maka apakah mereka tidak mentadabburi Al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci?" (QS. Muhammad: 24)
Dalam 10 malam terakhir, kita bisa menyediakan waktu untuk membaca tafsir dan memahami ayat-ayat yang dibaca agar lebih mendalam dalam mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.
3. Menghafal Al-Qur’an dan Memperbaiki Bacaan
Ramadan, terutama 10 malam terakhir, adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan hafalan Al-Qur’an. Rasulullah SAW bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
Artinya: "Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya." (HR. Bukhari)
Dengan menghafal dan memperbaiki bacaan, kita semakin mencintai Al-Qur’an dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
BACA JUGA:Menjaga Hati agar Tetap Khusyuk di Akhir Ramadhan
4. Mengamalkan Al-Qur’an dalam Kehidupan Sehari-hari
Tujuan utama Al-Qur’an adalah menjadi pedoman hidup. Rasulullah SAW adalah contoh terbaik dalam mengamalkan Al-Qur’an, sebagaimana Aisyah radhiyallahu 'anha berkata:
كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ
Artinya: "Akhlak beliau adalah Al-Qur’an." (HR. Muslim)
Di 10 malam terakhir Ramadan, kita bisa lebih serius dalam menerapkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan, baik dalam beribadah, bermuamalah, maupun dalam akhlak sehari-hari.
5. Berdoa dengan Al-Qur’an
Salah satu amalan penting di malam-malam terakhir adalah berdoa dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an. Rasulullah SAW juga menganjurkan membaca doa khusus di malam Lailatul Qadar:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Artinya:;"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku." (HR. Tirmidzi)
Membaca dan merenungkan ayat-ayat doa dalam Al-Qur’an dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dari penjelasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa 10 malam terakhir Ramadan adalah waktu yang sangat berharga. Rasulullah SAW memberikan teladan untuk bersungguh-sungguh dalam beribadah, termasuk dalam mendekatkan diri dengan Al-Qur’an. Kita bisa melakukannya dengan membaca, mentadabburi, menghafal, mengamalkan, dan berdoa dengan Al-Qur’an.
Allah SWT telah menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk dan rahmat bagi kita. Jika kita ingin mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar, maka mendekatkan diri dengan Al-Qur’an adalah salah satu cara terbaik.
Semoga Allah SWT memberi kita kekuatan untuk memanfaatkan 10 malam terakhir Ramadan dengan maksimal, mendekatkan diri kepada-Nya melalui Al-Qur’an, dan meraih malam Lailatul Qadar yang penuh berkah. Aamiin.(djl)
Sumber: