Warga Padang Kuas Meminta 3 Tower SUTT Dibongkar

SUTT di Desa Padang Kuas--
Ditambahkan Pesi, warga korban SUTT lainnya di Dusun UU mengatakan bahwa saat sosialisasi kepada warga, pihak TLB menyampaikan bahwa kabel SUTT dipasang seaman mungkin namun faktanya kabel tidak cukup aman sehingga warga merasakan kecemasan setiap kali terjadi petir.
“Setiap ada petir kami merasa cemas takut peralatan elektronik kami tersambar lagi. Tidak hanya itu yang lebih mencemaskan adalah keselamatan anak-anak, karena tower SUTT berdiri di dekat pusat kegiatan masyarakat seperti lapangan bola kaki, PAUD, SD, posyandu, dan kantor desa,” katanya.
Karena itu, warga mendesak PT TLB membongkar tiga tower SUTT yaitu dua tower di Dusun II dan satu tower di Dusun III yang dekat dengan masjid Al Mujahirin.
Direktur Kampanye Energi Kanopi Hijau Indonesia Olan Sahayu menyampaikan bahwa dampak radiasi medan magnet yang diperkirakan berasal dari SUTT tidak hanya dirasakan oleh warga Desa Padang Kuas.
“Keluhan sudah lebih dulu datang dari warga Teluk Sepang dan Desa Riak Siabun dan Kelurahan Babatan, ada warga yang juga tersengat aliran listrik dan barang elektronik mereka juga terbakar,” kata Olan.
BACA JUGA:Anggaran di Dinas PUPR Tahun 2025 Senilai Rp 121 M
BACA JUGA:Tahun Ini, Diperkirakan 43 Sertifikat Lahan Pemda Seluma Terbit
Termasuk di Desa Air Petai terdapat satu keluarga yang merasakan kerusakan barang elektronik dan pendataan Kanopi Hijau Indonesia menemukan jumlah korban terbanyak berada di Desa Padang Kuas. Di desa ini terdapat 38 KK yang menderita kerugian material mencapai Rp155 juta dan terus menerus mengalami kerugian psikologis akibat kecemasan terkait dampak SUTT tersebut.
Berdasarkan dokumen ANDAL RKL-RPL milik PT TLB disebutkan jaringan transmisi SUTT PLTU Teluk Sepang akan menimbulkan dampak radiasi magnetik dan listrik, radiasi inilah yang berdampak pada kerusakan elektronik dan merusak kesehatan manusia.
Sumber: