Rela Dipecat Jadi Dosen Unihaz Demi Kebenaran, Ini Penjelasan Nediyanto....

Rela Dipecat Jadi Dosen Unihaz Demi Kebenaran, Ini Penjelasan Nediyanto....

Nediyanto--

Nediyanto Ramadhan, SH, MH terus memberikan tindakan mencari kebenaran di kampus Unihaz Bengkulu, berbagai upaya sampai dengan ke jalur hukum ia tempuh untuk mengungkap kasus-kasus di Unihaz, sampai-sampai dipecat jadi dosen Fakultas hukum Unihaz Bengkulu.

 

" Ibarat mandi kepalang basah, Rektor Dr. Ir. Yulfiperius, M.Si akan saya laporkan kepada Menakertrans, jika masih juga melawan dan ngeyel tidak mau berubah atau tidak memiliki itikad baik dalam waktu 7 hari ini kedepan, karena terkesan rektor tidak becus mengurus dosen dan karyawan/i Unihaz, hanya mementingkan diri sendiri, kacang lupa kulit, sejak dilantik menjadi rektor baik periode pertama maupun kedua sama sekali tidak memperhatikan kesejahteraan dosen dan karyawan, GAJI TIDAK UMP, sebagai perbandingan gaji dosen dan karyawan saja Golongan III/b hanya Rp. 1.114.000,- jauh lebih rendah dibandingkan gaji PNS Golongan I/a sebesar Rp. 1.560.800,-, bagaimana mau hidup sejahtera? sementara anggaran belanja untuk rektor dan yayasan sangat besar dan tidak masuk akal sebagaimana tertuang dalam Dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Umum (APBU) Unihaz, rektor hanya mementingkan diri sendiri, tidak pernah memikirkan nasib dosen dan karyawan, upsss jangan dibantah dulu ya pak rektor" sampai Nedi.

 

 Dilanjutkannya, buktinya gaji 13 tahun 2021 hanya dibayar setengah dan tentu hal ini tidak masuk akal sehat lagi. 

 

" dibelanjakan kemana saja uang Unihaz selama ini pak rektor?

Untuk diketahui jaman rektor lama sebelum beliau menjabat, setiap tahun pasti ada jatah untuk baju untuk dosen dan karyawan, bahkan sampai dua tiga kali dosen/karyawan dapat baju jatah dari rektor Unihaz yang lama, jangan baper yang pasti bukan zaman bapak lho ya?, sekarang dosen/karyawan hanya mimpi dapat jatah baju baru, sementara baju batik pembagian zaman rektor lama sudah usang, miris!!!. Memang tapi itulah kenyataannya, kita berharap rektor sekarang membawa perubahan lebih baik justru sebaliknya mahasiswa semakin berkurang, kalau tidak ada jatah kuota mahasiswa KIP/BIDIKMISI dari pemerintah Unihaz pasti sudah kolaps dibawah kepemimpinan bapak rektor sekarang, tidak ada prestasi yang dapat dibanggakan dari bapak, kecuali hanya acara-acara seremonial yg sering dilakukan yang tidak ada manfaatnya sama sekali.

Contoh: menerima tamu dadakan grup touring mobil kuno dikampus, dosen karyawan akhirnya sibuk ngurus urusan yang tidak ada manfaatnya untuk dunia pendidikan tinggi tsb, hanya sebagai cari sensasi depan publik ingin menunjukkan/menonjolkan sebagai "orang hebat" seolah banyak teman pejabat atau mantan pejabat tinggi, tapi dosen/karyawan kesejahteraannya tidak diperhatikan sama sekali, beliau sebagai dosen dan rektor tapi gayanya seperti "org politik", disamping itu tidak mampu menyelesaikan masalah kecil "dosen jual beli nilai" malah sebaliknya "melindungi", ini jelas tidak bijak sebagai seorang pemimpin, justru saya sebagai dosen pelapor malah rektor usulkan ke yayasan untuk dipecat. Terlapor oknum dosen hukum nakal tidak dijatuhkan sanksi, sehingga beliau ini tidak layak lagi menjadi rektor Unihaz, disamping itu saat ini beliau sedang mengusulkan untuk menjadi "GURU BESAR" terus terang dan jujur hati saya menolak beliau untuk menjadi guru besar karena menyelesaikan masalah kecil tidak bisa, saya yang pertama kali akan ajukan nota protes kepada Kemendikbudristek agar membatalkannya karena tidak layak menjadi "maha guru" atau "guru besar" karena tindakan yang tidak dapat mencerminkan seorang guru besar,

 

Contoh: saya melaporkan jual beli nilai dan perilaku korupsi di Unihaz ketahuan bahwa sy orang yg melaporkannya ke Kejati pada tgl 17 April 2023 yang lalu malah saya tiba-tiba dipecat, rektor tidak mau disalahkan menghindar itu "domain yayasan" padahal ialah yg mengusulkan pemecatan saya, miris sangat miris ini dapat merusak moral anak bangsa karena tidak ada kejujuran akademik, ini kalau bapak rektor mau dengar suara hati saya ini rasanya "tidak ada bedanya dengan suara dosen/karyawan lainnya".

 

Sebagai catatan untuk pak rektor ketahui bahwa saya yang sengaja bapak korbankan dgn "pendekatan kekuasaan" dan "kezholiman" tidak akan tinggal diam dan tetap melakukan perlawanan hingga kebenaran itu benar-benar terungkap, bersiap-siap saja bapak rektor dengan 9 tuntutan yang akan saya bongkar satu persatu 'DEMI KEBAIKAN DAN KEMAJUAN UNIHAZ KEDEPAN NANTINYA MENJADI KAMPUS BERSIH DAN DIBANGGAKAN MASYARAKAT" ibarat pepatah "KEADILAN TETAP DITEGAKKAN MESKIPUN LANGIT AKAN RUNTUH" Lengkap Nedi. (***)

Sumber: