Menaker: Integritas dan Profesionalisme Kunci Layanan Publik Berkualitas
--
BACA JUGA:Pengawasan Kontrak PPPK Paruh Waktu Diperketat 2026, Ini 11 Faktor Penentu Perpanjangan Masa Kerja
“Kolaborasi harus dikedepankan, bukan kompetisi. Kebersamaan itu indah,” tegasnya.
Dalam pengelolaan SDM, Menaker Yassierli juga menyoroti prinsip Right Person, Right Position. Penempatan pegawai dilakukan berdasarkan kompetensi, potensi, dan kinerja, dengan integritas dan moralitas sebagai syarat utama. Praktik ini menekankan meritokrasi di atas senioritas, di mana potensi diuji melalui penugasan strategis, proyek penting, atau stretch assignment, serta akses pengembangan diberikan secara adil melalui talent pool, mentoring, dan rotasi lintas fungsi.
“Pendekatan ini meningkatkan keterlibatan, memunculkan talenta tersembunyi, dan memperkuat kepercayaan karena promosi dan penugasan dilakukan secara rasional dan transparan,” kata Yassierli.
Dalam kesempatan tersebut, Yassierli memperkenalkan konsep People-Centric Organization yang menempatkan ma rwah dan kebanggaan aparatur sebagai fokus utama. Dengan semangat The Power of One, sistem kerja berbasis peran (role-based), serta metode yang lincah (agile) dan meritokratis, lingkungan kerja dirancang aman untuk bertumbuh dan berani menyampaikan pendapat (speak up)
BACA JUGA:Kabar Baik, TPG 13–14 dan THR Guru Tahun 2025 di Seluma Sudah Cair
“Spirit organisasi kita adalah A Nice Place to Grow, tempat para pegawai bisa berkembang, berinovasi, dan merasa bangga dalam bekerja. Semua ini dibangun di atas fondasi nilai organisasi dan kepemimpinan yang kuat,” ucapnya.
Sumber: