Peluang Bisnis Baru, Permintaan Telur Bebas Sangkar Meningkat
telur bebas kandang--
Gunungkidul, Radarseluma.disway.id — Permintaan terhadap telur dari sistem bebas sangkar (cage-free) di Indonesia terus meningkat, seiring dengan meningkatnya perhatian konsumen dan pelaku usaha terhadap kesejahteraan hewan dalam rantai pasok pangan. Namun, ketersediaan pasokan dari peternak masih belum mampu mengimbangi kebutuhan tersebut.
BACA JUGA: Pemerintah dan DPR Setujui RUU PPRT Disahkan Jadi Undang-Undang, Penantian 22 Tahun
BACA JUGA:Menggugah Jiwa: Mengingat Hari Kiamat sebagai Jalan Nyata Menuju Taqwa Sejati
Kesenjangan ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi sektor peternakan ayam petelur untuk bertransformasi menuju sistem produksi yang lebih memperhatikan kesejahteraan hewan.
Untuk menjawab kesenjangan tersebut, Animal Friends Jogja (AFJ) menyelenggarakan Sarasehan Peternak Gunungkidul 2026 pada Rabu (15/4) di Playen, Gunungkidul, yang diikuti oleh 37 peternak ayam petelur serta dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul dan Perwakilan Pembina Program Ayam Merah Putih Gunungkidul.
Sarasehan ini menjadi ruang bagi peternak untuk memahami penerapan kesejahteraan hewan sekaligus peluang pasar dari sistem bebas sangkar yang terus berkembang.
“Permintaan terhadap telur bebas sangkar terus tumbuh, namun tanpa dukungan yang memadai, peternak akan kesulitan mengejar kebutuhan pasar yang sudah bergerak lebih cepat,” ujar Elly Mangunsong, Direktur Program Advokasi Kesejahteraan Hewan yang Diternakkan, Animal Friends Jogja.
Sumber:
