Penanganan Penyintas Kanker Lansia: Tak Sekadar Panjang Umur tetapi Berkualitas
dr. Daniel Rizky, Sp.PD-KHOM, --
Meski angka harapan hidup meningkat, penanganan kanker pada lansia memiliki tantangan tersendiri. Salah satu faktor utama adalah kondisi kerapuhan atau frailty index, yaitu tingkat kebugaran biologis pasien yang tidak selalu sejalan dengan usia kronologisnya.
“Tidak semua pasien berusia 70 tahun memiliki kondisi tubuh yang sama. Karena itu, terapi tidak bisa disamaratakan dan harus melalui penilaian khusus sebelum menentukan jenis maupun dosis pengobatan,” jelasnya.
BACA JUGA:Sekda Pastikan Jalan Putus Bunga Mas–Pasar Sembayat Segera Diperbaiki Tahun 2026
BACA JUGA:Terdakwa TPPO Pemberangkatan PMI ke Jepang Segera Disidangkan di PN Tais
Usia lanjut bukan berarti terapi harus dibatasi tetapi lebih cermat. Penanganan tetap didasarkan pada jenis dan stadium kanker, dengan mempertimbangkan fungsi organ, penyakit penyerta, serta kondisi kebugaran pasien. Dalam banyak kasus, diperlukan kolaborasi dengan dokter spesialis geriatri untuk memastikan terapi yang diberikan tetap aman dan efektif.
Ia juga meluruskan anggapan bahwa pengobatan kanker pada lansia selalu berisiko tinggi. Saat ini tersedia regimen terapi yang lebih ramah bagi pasien usia lanjut, dengan pendekatan yang menyeimbangkan efektivitas pengobatan dan kualitas hidup.
“Keberhasilan terapi tidak hanya diukur dari angka survival rate, tetapi juga dari respon tumor terhadap pengobatan serta kualitas hidup pasien. Terapi yang ideal adalah yang efektif tanpa membuat kondisi pasien semakin memburuk,” tambahnya.
Sumber: