Kisah Rasulullah SAW Menjadi Ayah Teladan: Lembut, Bijak, dan Penuh Kasih Sayang
Radarseluma.disway.id - Kisah Rasulullah SAW Menjadi Ayah Teladan: Lembut, Bijak, dan Penuh Kasih Sayang--
Selain sebagai ayah, Rasulullah SAW juga dikenal sebagai kakek yang penuh kasih. Cucu beliau, Hasan dan Husain RA, sangat disayanginya. Beliau sering memangku, mencium, bahkan bermain bersama mereka.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW pernah mencium Hasan bin Ali di hadapan seorang sahabat bernama Aqra’ bin Habis. Aqra’ berkata, “Aku memiliki sepuluh anak, tetapi aku tidak pernah mencium satu pun dari mereka.” Rasulullah SAW pun menegurnya dengan sabda:
مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ
Artinya: “Barang siapa yang tidak menyayangi, maka ia tidak akan disayangi (oleh Allah).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Hal ini menunjukkan bahwa kasih sayang bukanlah kelemahan, melainkan tanda kemuliaan hati dan keimanan.
Kebijaksanaan Rasulullah SAW dalam Mendidik Anak
Kelembutan Rasulullah SAW tidak berarti beliau membiarkan anak-anaknya tanpa didikan. Beliau adalah sosok yang bijaksana dalam menanamkan nilai iman dan akhlak. Rasulullah SAW selalu mengajarkan tauhid sejak dini, menanamkan cinta kepada Allah, serta membiasakan mereka dengan ibadah.
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda:
مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِينَ، وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ
Artinya: “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka (dengan cara mendidik, bukan menyakiti) ketika mereka berusia sepuluh tahun jika meninggalkannya, serta pisahkanlah tempat tidur mereka.” (HR. Abu Dawud)
Hadits ini menegaskan bahwa pendidikan harus dilakukan dengan bertahap, penuh kasih sayang, dan disesuaikan dengan perkembangan anak.
BACA JUGA:Nabi Muhammad SAW: Teladan Agung yang Mengajarkan Umat tentang Pentingnya Ilmu
Teladan yang Relevan untuk Orang Tua Masa Kini
Kisah Rasulullah SAW sebagai ayah mengandung banyak pelajaran penting:
1. Kasih sayang adalah pondasi utama. Orang tua yang penuh cinta akan melahirkan anak-anak yang percaya diri dan berakhlak baik.
2. Pendidikan harus dimulai sejak dini. Rasulullah SAW tidak menunda dalam menanamkan nilai iman dan akhlak.
3. Memuliakan anak adalah bagian dari iman. Beliau tidak pernah merendahkan anak-anaknya, bahkan selalu menghargai keberadaan mereka.
Sumber: