Menjaga Etika Bermedia Sosial di Bulan Mulia
Radarseluma.disway.id - Menjaga Etika Bermedia Sosial di Bulan Mulia--
Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Dari bangun tidur hingga menjelang tidur kembali, banyak orang yang mengakses media sosial untuk berbagai keperluan: mencari informasi, bersilaturahmi, hingga mengekspresikan pendapat. Namun, di balik manfaat yang ditawarkan, media sosial juga bisa menjadi lahan penyebaran dosa seperti gibah, fitnah, provokasi, hingga permusuhan.
Terlebih lagi, ketika kita berada di bulan-bulan mulia dalam Islam seperti Ramadhan, Syawal, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan bulan haram lainnya, semestinya setiap muslim meningkatkan kualitas ibadah dan menjaga lisan serta perbuatannya, termasuk di dunia maya. Media sosial adalah cermin akhlak kita yang sebenarnya. Maka, menjaga etika dalam bermedia sosial bukan sekadar sopan santun duniawi, melainkan bagian dari tanggung jawab iman.
BACA JUGA:Dzulqa’dah: Bulan Istirahat dari Perang, Bulan Aktif dalam Ibadah
Etika Bermedia Sosial dalam Pandangan Islam
Islam adalah agama yang mengajarkan akhlak mulia dalam semua aspek kehidupan, termasuk dalam berbicara dan menyampaikan sesuatu. Di era digital, tulisan dan unggahan di media sosial dipandang seperti ucapan lisan. Maka, segala bentuk dosa yang dahulu hanya bisa terjadi lewat lisan, kini bisa juga terjadi melalui jari-jemari yang mengetik.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur'an Surat AlAhzab ayat 70 yang mana berbunyi:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.”
(QS. Al-Ahzab: 70)
Ayat ini mengingatkan bahwa setiap kata termasuk yang ditulis di media sosial harus dijaga kebenarannya, tidak asal berbicara, berkomentar, atau membagikan informasi yang belum tentu benar.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam sebuah Hadits yang di riwayatkan oleh Hadits Bukhari dan Muslim yang mana berbunyi:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Artinya: "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini sangat relevan untuk penggunaan media sosial. Jika tidak bisa menulis sesuatu yang baik, maka lebih baik menahan diri dan tidak menulis apa pun. Sebab setiap tulisan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.
Sumber: