Keutamaan Beristighfar dalam Kehidupan
Radarseluma.disway.id - Keutamaan Beristighfar dalam Kehidupan--
Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Dalam kehidupan Manusia yang penuh dengan dinamika, dosa dan kesalahan hampir tidak bisa dihindari. Baik disengaja maupun tidak, Manusia adalah Makhluk yang memiliki kecenderungan untuk berbuat salah. Namun, kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak terbatas. Ia membuka pintu ampunan selebar-lebarnya bagi hamba-hamba-Nya yang ingin kembali dan memperbaiki diri. Salah satu kunci utama untuk meraih ampunan Allah SWT adalah dengan memperbanyak istighfar—memohon ampun kepada-Nya.
Istighfar bukan sekadar ucapan di lisan, melainkan bentuk pengakuan atas dosa, penyesalan dalam hati, dan tekad untuk tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut. Dalam kesempatan ini, kita akan menguraikan secara mendalam tentang keutamaan istighfar, Dalil-dalil pendukungnya, serta bagaimana istighfar seharusnya menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari.
Makna dan Hakikat Istighfar
Istighfar berasal dari kata “غَفَرَ” yang berarti menutupi, mengampuni, atau memaafkan. Dalam konteks Agama, istighfar berarti memohon ampun kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Lafaz istighfar yang paling umum adalah:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah.”
Hakikat istighfar bukan hanya pengucapan semata, tetapi harus disertai dengan niat tulus, penyesalan, dan komitmen untuk memperbaiki diri.
BACA JUGA:Memperkuat Hubungan dengan Allah di Bulan Syawal
Dalil Al-Qur’an tentang Keutamaan Istighfar
Banyak ayat Al-Qur’an yang menunjukkan keutamaan dan keberkahan dari istighfar. Salah satunya adalah firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surah Nuh ayat 10 - 12; berbunyi:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا (12)
(QS. Nuh: 10-12)
"Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan pula di dalamnya sungai-sungai.'" (QS. Nuh: 10-12)
Ayat ini menunjukkan bahwa istighfar bukan hanya menghapus dosa, tetapi juga mendatangkan keberkahan dari langit dan bumi. Rezeki, keturunan, dan kehidupan yang sejahtera bisa menjadi buah dari istighfar yang tulus.
Dalil Hadits tentang Keutamaan Istighfar
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Manusia yang dijamin dosanya diampuni, tetap tidak lepas dari istighfar. Dalam hadits Shahih, beliau bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Bukhari yang mana berbunyi:
وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً
Artinya: "Demi Allah, sungguh aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali." (HR. Bukhari)
Jika Rasulullah yang maksum saja memperbanyak istighfar setiap hari, bagaimana dengan kita yang penuh dengan dosa dan kelalaian? Ini menjadi motivasi besar bagi umat Islam untuk memperbanyak istighfar setiap hari.
BACA JUGA:Keutamaan Meningkatkan Kualitas Shalat: Jalan Menuju Kedekatan dengan Allah SWT
Keutamaan dan Manfaat Istighfar dalam Kehidupan
1. Menghapus dosa dan kesalahan
Istighfar menjadi wasilah utama untuk menghapus dosa. Allah Maha Pengampun bagi siapa saja yang datang kepada-Nya dengan hati yang tulus.
2. Mendatangkan ketenangan hati
Dengan istighfar, hati menjadi lapang dan tenang. Perasaan bersalah yang membebani hati akan sirna dengan istighfar yang disertai taubat.
3. Mendatangkan rezeki dan keberkahan hidup
Seperti disebutkan dalam QS. Nuh ayat 10–12, istighfar menjadi sebab terbukanya pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
4. Menjagaan dari azab Allah SWT
Dalam Surah Al-Anfal ayat 33, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an yang mana berbunyi:
وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
Artinya: "Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka memohon ampunan (beristighfar).” (QS. Al-Anfal: 33)
Selama masih ada orang yang beristighfar, azab Allah SWT akan tertahan dari suatu kaum. Ini menunjukkan betapa pentingnya istighfar dalam menjaga keselamatan umat.
BACA JUGA:Menghindari Sifat Ujub dan Bangga Diri
Contoh Istighfar yang Diajarkan Rasulullah
Salah satu istighfar yang paling Agung adalah yang dijelaskan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Bukhari ini bacaan nya:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَىٰ عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Artinya::"Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada ilah selain Engkau. Engkau telah menciptakan ku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di atas perjanjian-Mu sesuai kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu atas diriku, dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau." (HR. Bukhari)
Doa ini dikenal sebagai Sayyidul Istighfar, pemimpin dari semua bacaan istighfar. Dianjurkan membacanya di pagi dan sore hari.
BACA JUGA:Menghadapi Tantangan Hidup dengan Tawakal
Dari penjelasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa beristighfar bukan hanya amalan lisan, tetapi sebuah perjalanan ruhani menuju ampunan dan ridha Allah SWT. Ia adalah pengakuan seorang hamba bahwa dirinya lemah, penuh dosa, dan sangat membutuhkan kasih sayang Tuhannya. Istighfar adalah nafas seorang mukmin, jalan menuju keberkahan hidup, serta pelindung dari murka dan azab Allah SWT.
Untuk itu mari kita jadikan istighfar sebagai bagian dari rutinitas harian, baik saat pagi, siang, maupun malam. Di sela-sela kesibukan dunia, jangan lupa memperbanyak istighfar agar hati tetap bersih, hidup penuh berkah, dan akhir hayat kita berakhir dalam husnul khatimah. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang gemar beristighfar dan mendapatkan ampunan-Nya yang tiada terhingga.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang senantiasa bertaubat dan membersihkan diri.”
Demikianlah penjelasan yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat buat kita semua dan mari kita senantiasa beristighfar kepada Allah SWT setiap saat sehingga mendapatkan ampunan ampunan dari Allah SWT. Aamiin. (djl)
Sumber: