Menjadi Muslim yang Produktif dan Bermanfaat

Menjadi Muslim yang Produktif dan Bermanfaat

Radarseluma.disway.id - Menjadi Muslim yang Produktif dan Bermanfaat--

Hadits ini menjadi prinsip dasar bagi setiap Muslim untuk selalu berpikir dan bertindak dalam kerangka memberikan manfaat. Baik melalui ilmu, tenaga, waktu, harta, maupun kedudukan sosial.

BACA JUGA:Ibadah di Bulan Syawal: Meraih Keberkahan Setelah Ramadhan

Bentuk-Bentuk Produktivitas dalam Kehidupan Muslim

1. Produktif dalam Ibadah

Seorang Muslim yang produktif memanfaatkan waktunya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Shalat tepat waktu, tilawah Al-Qur'an, dzikir, puasa sunah, dan sedekah menjadi rutinitas yang mengisi hari-harinya.

2. Produktif dalam Ilmu dan Pendidikan

Mempelajari dan mengajarkan ilmu adalah amal yang pahalanya terus mengalir. Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Muslim yang mana berbunyi: 

إِذَا مَاتَ الإِنسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلاَثَةٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya: “Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

BACA JUGA:Keutamaan Mendoakan Sesama Muslim: Wujud Cinta dan Persaudaraan dalam Islam

3. Produktif dalam Pekerjaan dan Ekonomi

Islam mendorong umatnya untuk bekerja keras dan tidak bermalas-malasan. Pekerjaan yang halal dan profesional adalah ibadah jika diniatkan karena Allah dan untuk menafkahi keluarga.

Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Thabrani yang mana berbunyi: 

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ

Artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai jika salah seorang di antara kalian melakukan suatu pekerjaan, maka ia menyempurnakannya.” (HR. Thabrani)

Sumber:

Berita Terkait