"Api berhasil dipadamkan dan proses pendinginan dilakukan secara menyeluruh. Alhamdulillah kebakaran tidak sampai merembet ke bangunan lain sehingga kerusakan yang ditimbulkan dapat diminimalkan," katanya.
BACA JUGA: Pengawasan Pengelolaan Limbah B3 di Perusahaan Mulai Diperketat DLH
Berdasarkan dugaan sementara, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting atau hubungan arus pendek listrik. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Dalam peristiwa tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun korban luka. Namun, sebagian bangunan Masjid Nurul Huda mengalami kerusakan akibat kobaran api. Nilai kerugian material hingga kini masih dalam pendataan.
Sianturi juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama pada musim kemarau. Dirinya meminta warga rutin memeriksa kondisi instalasi listrik, khususnya di rumah, tempat ibadah, maupun bangunan fasilitas umum lainnya, untuk memastikan seluruh jaringan listrik dalam kondisi layak dan aman digunakan.
Selain itu, masyarakat juga diminta segera menghubungi petugas pemadam kebakaran apabila melihat tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin dan risiko kerugian dapat ditekan.
BACA JUGA:Kementerian ATR/BPN, KPK, dan Pemda Se-Sulteng Perkuat Sinergi Cegah Korupsi
"Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Seluma akan terus meningkatkan kesiapsiagaan personel dan armada dalam memberikan respons cepat terhadap setiap kejadian kebakaran. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan instalasi listrik dan sumber api berada dalam kondisi aman sebagai langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi," pungkasnya.(ctr)