Selain sebagai pusat produksi benih, BBI juga dapat difungsikan sebagai sarana pembinaan, pelatihan dan pengembangan teknologi budidaya perikanan bagi masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik, keberadaan fasilitas tersebut diyakini mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas dan meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha perikanan.
BACA JUGA: BSI akan Perkuat Sektor Halal, Seriusi Garap 1 Juta Jemaah Umroh Indonesia
"Dengan demikian, keberadaannya dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat dan mendukung peningkatan produksi perikanan daerah," katanya.
DPRD Kabupaten Seluma juga akan mendorong pemerintah daerah melakukan inventarisasi serta evaluasi terhadap seluruh aset yang belum dimanfaatkan secara optimal. Langkah tersebut penting agar aset daerah yang dibangun dengan anggaran besar tidak menjadi beban, melainkan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
"Kita ingin pembangunan yang dilakukan pemerintah benar-benar memberikan manfaat. Jangan hanya selesai dibangun, tetapi setelah itu tidak terurus. Ini harus menjadi perhatian bersama agar kejadian serupa tidak terus berulang," ujarnya.
Sebelumnya, dua Balai Benih Ikan milik Pemkab Seluma tersebut diketahui sudah tidak dimanfaatkan sejak tahun 2021. Bahkan, khusus BBI yang berada di Kelurahan Lubuk Lintang, nilai aset yang telah tertanam diperkirakan mencapai lebih dari Rp 4 miliar.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi kedua balai benih tersebut saat ini cukup memprihatinkan. Sejumlah kolam pembenihan, bangunan pendukung, serta fasilitas lainnya tampak tidak terawat. Area di sekitar lokasi juga dipenuhi semak belukar yang menandakan minimnya aktivitas dan pemeliharaan.
Kondisi itu mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Tokoh masyarakat Seluma, Hendri Tomi menilai terbengkalainya dua BBI tersebut menunjukkan belum optimalnya pengelolaan aset daerah.
"Ini sangat disayangkan. Aset yang nilainya miliaran rupiah seharusnya bisa menjadi sarana untuk mendorong pertumbuhan sektor perikanan di Seluma. Namun kenyataannya justru mangkrak dan tidak memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Hendri.