Pada masa itu, banyak singkatan unik bermunculan seperti RTBS (Remains to be Seen) hingga OMG (Oh My God).
Singkatan Jenaka dari “All Correct”
Menurut penelitian tersebut, “OK” sebenarnya merupakan singkatan dari “oll korrect”, bentuk humor atau ejaan sengaja salah dari frasa “all correct” yang berarti “semuanya benar” atau “baik-baik saja”.
BACA JUGA:Petani Sawit Tolak Aturan Ekspor Baru Prabowo, POPSI Khawatir Harga TBS Petani Anjlok
BACA JUGA:KPK Fokus Cegah Korupsi Sektor Pertanahan
Meski awalnya hanya bentuk candaan bahasa, istilah itu kemudian berkembang menjadi kata universal yang digunakan untuk menyatakan persetujuan atau konfirmasi.
Karena singkat dan mudah diucapkan, penggunaan “OK” terus meluas hingga dipakai di berbagai negara dan bahasa di dunia.
Allen Walker Read menyebut popularitas kata tersebut terjadi karena fleksibilitas penggunaannya dalam berbagai situasi komunikasi.
Dalam Bahasa Indonesia Jadi “Oke”
Di Indonesia, kata “OK” kemudian diserap menjadi “oke”. Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI mendefinisikan “oke” sebagai kata untuk menyatakan setuju.