Selain itu, tambahan pasokan juga dijadwalkan tiba melalui kapal tanker. Pada Kamis malam sekitar pukul 19.30 WIB, kapal SPOB Dato Siri Loe diperkirakan tiba membawa tambahan Pertalite sebanyak 3.500 KL.
Selanjutnya, pada 8 Maret mendatang juga dijadwalkan kedatangan kapal SPOB Gaharu Oleum 18 yang membawa pasokan Pertalite sebanyak 2.400 KL serta Pertamax sebanyak 1.600 KL.
Menanggapi isu yang beredar mengenai ketersediaan BBM yang disebut-sebut hanya cukup untuk 20 hari akibat konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, Farid menegaskan bahwa informasi tersebut tidak berdampak pada kondisi pasokan BBM di Bengkulu.
“Stok aman. Tidak ada pembatasan penyaluran BBM dari terminal ke SPBU. Sejauh ini belum ada dampak konflik internasional terhadap ketahanan stok BBM di Provinsi Bengkulu,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah dan Pertamina berharap masyarakat tetap tenang serta membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi dapat berjalan normal di seluruh wilayah Bengkulu.