Panic Buying, Warga Antri BBM di SPBU Bengkulu, Pertamina Pastikan Stok Aman

 Panic Buying, Warga Antri  BBM  di SPBU Bengkulu, Pertamina Pastikan Stok Aman

Antrian di SPBU Bengkulu--

 

Bengkulu, Radarseluma.disway.id - Saat ini terjadi antrian panjang di beberapa SPBU Bengkulu. Baik di Kota maupun di daerah. Anytrian ini, akibat warga panik dengan keadaan internasional. Dimana Menteri ESDM menyatakan bahwa cadangan energi tinggal 20 hari.

 

BACA JUGA: Sekda Jamin TPP ASN Seluma Dipastikan Cair Sebelum Lebaran, berkurang 30%

BACA JUGA: Program Magang akan Membuka Peluang Kerja bagi Lulusan Baru

 Menyikapi antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Bengkulu dalam beberapa hari terakhir, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman dan terkendali.

Sales Area Manager Retail Bengkulu PT Pertamina Patra Niaga, Mochammad Farid Akbar, menjelaskan bahwa penyaluran BBM di Provinsi Bengkulu pada hari ini, Kamis (6/3), dari Terminal Pulau Baai berjalan normal. Adapun distribusi yang dilakukan meliputi Pertalite sebanyak 688 kiloliter (KL), Pertamax 336 KL, dan Biosolar 219 KL.

“Untuk stok, kita pastikan aman. Pertamax yang masuk hari ini ke terminal sebanyak 930 KL dan itu cukup untuk lebih dari empat hari. Sementara Pertalite tersedia 2.873 KL yang diperkirakan mencukupi hingga lima hari. Sedangkan Biosolar B40 tersedia 4.557 KL yang diproyeksikan bertahan hingga 13 hari,” kata Farid kepada Media Center.

Selain itu, Farid menyebutkan bahwa pada malam ini sekitar pukul 19.30 WIB akan tiba kapal tanker SPOB Dato Siri Loe yang membawa tambahan pasokan Pertalite sebanyak 3.500 KL.

Selanjutnya, pada 8 Maret mendatang juga telah diestimasi kedatangan kapal SPOB Gaharu Oleum 18 yang membawa stok Pertalite sebanyak 2.400 KL serta Pertamax sebanyak 1.600 KL.

 

BACA JUGA:Keutamaan Doa Sebelum dan Sesudah Berbuka Puasa: Menghidupkan Sunnah Rasulullah SAW untuk Meraih Keberkahan Ra

Menanggapi isu yang beredar terkait ketersediaan BBM yang disebut-sebut hanya cukup untuk 20 hari akibat konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, Farid menegaskan bahwa informasi tersebut tidak berdampak pada kondisi pasokan BBM di Bengkulu.

“Stok aman. Tidak ada pembatasan penyaluran BBM dari terminal ke SPBU. Sejauh ini belum ada dampak konflik internasional terhadap ketahanan stok BBM di Provinsi Bengkulu,” ujarnya.

Sumber: