Stok Aman, Pemda Provinsi Imbau Warga Tidak Panic Buying

Stok Aman, Pemda Provinsi  Imbau Warga Tidak Panic Buying

Antrian BBM di Bengkulu--

 

Bengkulu, Radarseluma.disway.id - Antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Bengkulu dalam beberapa hari terakhir. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan atau panic buying.

 

BACA JUGA:Makan Sehat Saat Ramadhan: Menjaga Keseimbangan Gizi dan Menghidupkan Sunnah Agar Ibadah Puasa Berkualitas

BACA JUGA:Keutamaan Doa Sebelum dan Sesudah Berbuka Puasa: Menghidupkan Sunnah Rasulullah SAW untuk Meraih Keberkahan Ra

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan melalui Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana, menegaskan bahwa stok BBM di Bengkulu masih dalam kondisi aman dan distribusi tetap berjalan normal.

“Pemprov Bengkulu mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying. Stok BBM masih aman dan distribusi terus berjalan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap penyaluran BBM di berbagai SPBU serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan ketersediaan bahan bakar bagi masyarakat tetap terpenuhi.

"Pertamina menjamin, semua jenis BBM aman tidak terjadi pembatasan dalam penyaluran. Beberapa hari kedepan juga akan tiba lagi melalui terminal pulau baai untuk stok lebaran," jelasnya

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) juga memastikan pasokan BBM di Bengkulu dalam kondisi aman dan tidak terdampak isu konflik internasional.

 

BACA JUGA:Meraih Berkah Saat Berbuka: Sunnah-Sunnah Rasulullah SAW Ketika Membatalkan Puasa yang Sering Terlupakan

Sales Area Manager Retail Bengkulu PT Pertamina Patra Niaga, Mochammad Farid Akbar, menjelaskan bahwa penyaluran BBM dari Terminal Pulau Baai pada Kamis (6/3) berjalan normal dengan distribusi Pertalite sebanyak 688 kiloliter (KL), Pertamax 336 KL, dan Biosolar 219 KL.

Untuk ketersediaan stok, Pertamina memastikan pasokan masih mencukupi untuk beberapa hari ke depan. Pertamax yang masuk ke terminal hari ini tercatat sebanyak 930 KL dan diperkirakan cukup untuk lebih dari empat hari. 

Sumber: