Rasulullah SAW Paling Dermawan di Bulan Ramadhan: Teladan Kedermawanan yang Menghidupkan Jiwa dan Umat
Selasa 24-02-2026,12:00 WIB
Reporter : juliirawan
Editor : juliirawan
Radarseluma.disway.id - Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Di dalamnya, setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Salah satu teladan terbesar yang patut kita renungkan di bulan suci ini adalah sifat kedermawanan Muhammad. Rasulullah SAW dikenal sebagai manusia paling dermawan, dan kedermawanan beliau semakin memuncak ketika memasuki bulan Ramadhan.
Kedermawanan bukan sekadar memberi materi, tetapi juga mencurahkan perhatian, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama. Ramadhan menjadi momentum terbaik untuk menghidupkan kembali semangat berbagi, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW sepanjang hidup beliau.
Dalil Al-Qur’an tentang Anjuran Bersedekah
Allah SWT berfirman:
مَثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍ ۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ
Artinya:
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 261)
Ayat ini menunjukkan betapa besar balasan bagi orang yang gemar bersedekah. Terlebih lagi di bulan Ramadhan, di mana pahala amal ibadah dilipatgandakan. Kedermawanan menjadi jalan pembuka keberkahan hidup dan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Hadits tentang Kedermawanan Rasulullah di Bulan Ramadhan
Dalam sebuah hadits sahih yang diriwayatkan oleh Abdullah ibn Abbas RA, disebutkan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ... فَلَرَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
Artinya:
“Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya… Sungguh Rasulullah lebih dermawan dalam kebaikan daripada angin yang berhembus.” (HR. Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj)
Hadits ini memberikan gambaran betapa deras dan luasnya pemberian Rasulullah SAW. Diibaratkan seperti angin yang berhembus tanpa pilih kasih dan menjangkau siapa saja. Tidak ada sekat suku, status sosial, maupun kedudukan. Semua merasakan manfaat dari kedermawanan beliau.
BACA JUGA:Menjaga Lisan Digital di Bulan Suci: Etika Bermedia Sosial di Bulan Ramadhan sebagai Cermin Ketakwaan Sejati
Mengapa Rasulullah Lebih Dermawan di Bulan Ramadhan?
Ada beberapa hikmah mengapa kedermawanan Rasulullah semakin meningkat di bulan Ramadhan:
1. Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an
Setiap Ramadhan, Malaikat Jibril datang untuk mengulang hafalan Al-Qur’an bersama Rasulullah SAW. Interaksi intens dengan wahyu membuat hati beliau semakin lembut dan penuh kasih. Kedekatan dengan Al-Qur’an melahirkan dorongan kuat untuk berbagi.
2. Bulan dilipatgandakannya pahala
Rasulullah SAW sangat memahami keutamaan waktu. Ramadhan adalah musim panen pahala. Maka beliau memanfaatkannya dengan memperbanyak sedekah, membantu fakir miskin, memberi makan orang yang berpuasa, dan memperhatikan kebutuhan umat.
Dalam hadits lain disebutkan:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
Artinya:
“Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang itu sedikit pun.” (HR. Muhammad al-Tirmidhi)
Hadits ini mempertegas bahwa berbagi di bulan Ramadhan memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah SWT.
3. Puasa Melatih Empati
Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merasakan penderitaan kaum dhuafa. Rasulullah SAW merasakan langsung bagaimana beratnya menahan lapar. Dari situlah lahir empati yang mendalam dan diwujudkan dalam bentuk kedermawanan nyata.
BACA JUGA:Puasa dan Kontrol Emosi: Menempa Kesabaran, Menundukkan Amarah, dan Membangun Jiwa Tangguh di Bulan Ramadhan
Bentuk-Bentuk Kedermawanan Rasulullah
Kedermawanan Rasulullah SAW tidak terbatas pada harta. Beberapa bentuk kedermawanan beliau antara lain:
• Memberikan harta tanpa takut miskin.
• Membebaskan budak.
• Membantu orang yang terlilit utang.
• Memberi hadiah dan santunan kepada yang membutuhkan.
• Menebarkan senyum dan kelembutan kepada siapa pun.
Beliau tidak pernah menolak permintaan selama memiliki sesuatu untuk diberikan. Bahkan ketika tidak memiliki apa-apa, beliau tetap memberikan doa dan perhatian.
Relevansi bagi Umat Islam Saat Ini
Di era modern yang penuh tantangan ekonomi dan sosial, teladan Rasulullah SAW sangat relevan untuk diterapkan. Ramadhan seharusnya menjadi momentum kebangkitan solidaritas umat.
Kita dapat meneladani beliau dengan cara:
• Memperbanyak sedekah harian.
• Menyisihkan sebagian penghasilan untuk kaum dhuafa.
• Memberi takjil dan makanan berbuka.
• Membayar zakat tepat waktu.
• Membantu tetangga yang kesulitan.
Kedermawanan tidak selalu diukur dari besar kecilnya nominal, tetapi dari keikhlasan dan konsistensi. Bahkan senyum pun adalah sedekah.
Rasulullah SAW adalah manusia paling dermawan, dan kedermawanan beliau mencapai puncaknya di bulan Ramadhan. Hal ini ditegaskan dalam hadits sahih bahwa beliau lebih dermawan daripada angin yang berhembus. Semangat berbagi beliau didorong oleh kedekatan dengan Al-Qur’an, kesadaran akan keutamaan Ramadhan, dan empati mendalam terhadap sesama.
Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga momentum memperluas kepedulian sosial. Meneladani Rasulullah dalam kedermawanan berarti menghidupkan nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Semoga Ramadhan tahun ini menjadikan kita pribadi yang lebih peduli, lebih peka, dan lebih ringan tangan dalam membantu sesama. Mari jadikan bulan suci ini sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang penuh keberkahan.
Semoga Allah SWT menanamkan dalam hati kita sifat dermawan sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW, dan menjadikan kita bagian dari hamba-hamba-Nya yang gemar berbagi.
Aamiin ya Rabbal ‘Alamin. (djl).
Kategori :