PEMATANG AUR, Radarseluma.Disway.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Seluma, Deddy Ramdhani, menegaskan bahwa setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menduduki jabatan di lingkungan pemerintahan telah melalui proses pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan. Dalam sumpah tersebut, ASN diwajibkan menjaga etika, moral, serta nama baik pemerintah daerah.
BACA JUGA:Jembatan Matan Rampung Dibangun, Ketua DPR Seluma Apresiasi Perhatian Gubernur Bengkulu ke Seluma
Penegasan tersebut disampaikan Sekda Seluma menanggapi maraknya pemberitaan dan beredarnya sejumlah video di media sosial beberapa waktu terakhir yang diduga melibatkan oknum ASN di Kabupaten Seluma. Video tersebut menuai perhatian publik karena dinilai bertentangan dengan norma dan etika sebagai abdi negara.
Deddy Ramdhani menyampaikan bahwa sumpah dan janji jabatan bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen moral dan hukum yang harus dijunjung tinggi oleh setiap ASN selama menjalankan tugas.
“ASN itu sebelum menduduki posisinya dilantik terlebih dahulu. Dalam pelantikan tersebut ada sumpah dan janji jabatan agar tidak melakukan tindakan yang tidak baik yang dapat menjatuhkan marwah pemerintah,” tegas Deddy Ramdhani.
Menurutnya, setiap ASN memiliki tanggung jawab besar sebagai pelayan masyarakat dan contoh di tengah lingkungan sosial. Oleh karena itu, tindakan yang menyimpang dari aturan, etika, maupun norma sosial sangat disayangkan dan dapat berdampak pada citra pemerintah daerah secara keseluruhan.
Sekda Seluma juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Seluma tidak akan mentolerir pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh ASN. Apabila terdapat dugaan pelanggaran, maka akan diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
BACA JUGA: BSPS 2026 Tetap Terima Rp20 Juta per Unit
BACA JUGA: PAD Seluma 2025, Didominasi Pajak Daerah Rp32,4 Miliar
“Kita tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Namun jika terbukti melanggar disiplin ASN, tentu akan ada sanksi sesuai aturan,” ujarnya.
Ia mengimbau seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seluma untuk menjadikan kejadian tersebut sebagai pelajaran agar lebih berhati-hati dalam bersikap dan bertindak, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan pribadi, terlebih di era media sosial yang sangat terbuka.(adt)