JAKARTA, Radarseluma.Diswaay.id - Menanggapi pergolakan yang menimpa pasar modal dalam kurun waktu dua hari ini, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan bahwa kendati kondisinya cenderung naik turun, kondisi perekonomian Indonesia masih tetap berada dalam kondisi yang kuat.
BACA JUGA: MGS5 EV, SUV Listrik Untuk Keluarga Resmi Diperkenalkan
BACA JUGA:70 Jenazah Update Korban Longsor Cisarua Sudah Dievakuasi
Dalam hal ini, Menko Airlangga menuturkan bahwa tingkat inflasi saat ini masih dalam rentang yang aman dan terkendali, sesuai dengan realisasi APBN yaitu rentang 2,5%-1%.
Selain itu, dirinya juga turut menambahkan bahwa kondisi cadangan defisit Indonesia pun sampai Desember masih dalam posisi yang kuat, atau setara dengan 6,2 bulan import, yaitu Rp 156,5 miliar, dengan defisit fisikal masih terjaga di batas 3 persen.
"Kondisi yang kuat di bulan Desember dan hari Senin besok juga akan diumumkan oleh BPS tingkat inflasi di bulan Januari," ucap Menko Airlangga dalam agenda Konferensi Pers, yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta, pada Sabtu (31/01).
BACA JUGA:Toyota Agya Model Baru Hadir dengan Desain Lebih Panjang dan Lebar, Berbeda dari Model Lama
Lebih lanjut, Menko Airlangga juga turut menambahkan bahwa dari sektor perbankan sendiri, pertumbuhan kredit sendiri masih berada dalam kondisi yang baik.
Dalam hal ini, pertumbuhan kredit masih 9,6 persen, dana pihak ketiga masih double digit, Rp 13,83. Dari segi permodalan kuat, capital adequacy ratio masih di 25,87 persen.
"Kemudian, juga rasio hutang karena PDB masih di bawah batas 60 persen atau 40 persen," ucap Menko Airlangga.
Pemerintah Akan Terapkan Transparansi Pasar Modal