Anak Tampak Sehat, Ternyata Kurang Gizi: Waspadai Hidden Hunger

Jumat 23-01-2026,10:48 WIB
Reporter : Jeffri Ginting
Editor : Jeffri Ginting

 

Radarseluma.Disway.id - Dokter menilai Indonesia kini menghadapi triple burden gizi yaitu stunting, obesitas, dan defisiensi mikronutrien yang kerap luput terdeteksi meski anak terlihat sehat.

 

 BACA JUGA:Produksi Mobil Changan Tembus 30 Juta Unit

BACA JUGA:Wujutkan Lingkungan Bersih, DLHK Tingkatkan Pengelolaan Sampah di TPA Kayu Arau

Jakarta, 23 Januari 2026 – Di tengah penurunan angka stunting nasional — menurut SSGI 2024 sebesar 19,8% dibandingkan 21,5% pada 2023 — Indonesia justru menghadapi tantangan baru berupa hidden hunger pada anak. Dokter memperingatkan, banyak anak yang tampak sehat dan aktif ternyata mengalami kekurangan gizi penting, terutama zat besi, zinc, dan vitamin D, akibat pola makan yang tidak seimbang.

 

 


dr. Moniq--

dr. Monique Carolina Widjaja, M. Gizi, Sp.GK, sebagai Dokter Gizi Klinik yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang menjelaskan bahwa kesalahan nutrisi pada anak kerap terjadi tanpa disadari orang tua dan dianggap sebagai hal yang wajar.

“Banyak orang tua fokus pada rasa kenyang, bukan kandungan gizi. Akibatnya, anak mendapat asupan karbohidrat berlebih, tetapi kekurangan protein hewani dan mikronutrien penting,” ujar dr. Monique.

 

Saat ini, Indonesia menghadapi tantangan triple burden of malnutrition, yakni stunting, obesitas, dan defisiensi mikronutrien pada anak. Meski angka stunting menunjukkan tren penurunan, masalah gizi lain justru semakin menguat.

 

Menurut dr. Monique, peningkatan konsumsi makanan ultra-proses (ultra processed food/UPF) seperti nugget, sosis, sereal manis, dan camilan kemasan menjadi salah satu pemicu utama masalah gizi anak saat ini.

Kategori :