sebagai bagian dari intervensi keperawatan nonfarmakologis. Pelaksanaannya dilakukan
secara terstruktur melalui Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mengintegrasikan
inhalasi aromaterapi lavender dengan latihan napas dalam terbimbing, sehingga mudah
diaplikasikan oleh perawat di ruang perawatan.
Zuniati mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan implementasi terapi tersebut.
“Saya bersyukur dapat mengimplementasikan terapi ini dengan baik pada pasien. Selama
pelaksanaan, terlihat adanya penurunan kecemasan dan nyeri, serta pasien tampak lebih
rileks,” ujarnya.
BACA JUGA: Honorer Dirumahkan, Bupati Seluma Disindir Lebih Sering di Jakarta, DPRD Ikut Disoal
Pembimbing klinik RSUP Dr. Kariadi, Enggar Purnaningsih, menilai terapi ini memberikan
manfaat nyata dalam praktik keperawatan sehari-hari.
“Terapi kombinasi ini efektif membantu menurunkan kecemasan dan nyeri pasien. Selain itu,
intervensinya aman, sederhana, dan mudah dilakukan oleh perawat,” jelasnya.