Meski demikian, dirinya mengakui bahwa kendala utama yang hingga kini masih menjadi persoalan klasik dalam pengembangan sawah baru adalah ketersediaan dan kondisi jaringan irigasi. Tanpa sistem irigasi yang memadai, lahan sawah tidak akan mampu berproduksi secara optimal.
"Seluma ini potensinya besar. Namun kendala utamanya adalah irigasi. Sawah itu nyawanya ada di air. Kalau irigasinya tidak baik, maka hasil pertanian juga tidak akan maksimal," jelasnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dandim mengungkapkan bahwa saat ini Bupati Seluma tengah melakukan audiensi ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Audiensi tersebut bertujuan untuk membahas dukungan pemerintah pusat, terutama terkait pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi guna mendukung pelaksanaan program CSR serta penguatan ketahanan pangan daerah.
BACA JUGA:3 Pegawai KKP di ATR 42-500 Sedang Bertugas, Ini Identitasnya
"Audiensi ini diharapkan dapat menghasilkan dukungan konkret dari pemerintah pusat, khususnya dalam pembangunan irigasi sebagai penunjang utama keberhasilan cetak sawah," tambahnya.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah, TNI dan pemerintah pusat, Kodim 0425/Seluma berharap program Cetak Sawah Rakyat dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan luas tanam dan produktivitas pertanian. Serta memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani di Kabupaten Seluma.(ctr)