Pemimpin Oposisi Venezuela Serahkan Hadiah Nobelnya Kepada Trump

Sabtu 17-01-2026,07:01 WIB
Reporter : Jeffri Ginting
Editor : Jeffri Ginting

Komite Nobel Norwegia menulis dalam sebuah pernyataan di media sosial X, bahwa hadiah bergengsi tersebut "tidak dapat dicabut, dibagi, atau dialihkan kepada orang lain" dan bahwa nama pemenang "tetap berlaku selamanya", bahkan jika medali tersebut secara fisik berpindah tangan.

 

Trump sebelumnya dengan lantang mengatakan bahwa ia pantas mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian dan meremehkan Machado ketika ia memenangkan hadiah itu.

 

Pada tanggal 3 Januari, Trump memerintahkan serangan militer ke Venezuela, yang menggulingkan Nicolas Maduro, presiden sayap kiri yang sejak lama dianggap tidak sah oleh Amerika Serikat dan beberapa negara lain karena pemilu yang penuh dengan dugaan kecurangan.

 

Usai pertemuannya dengan Trump di Gedung Putih, Machado memberikan penjelasan positif tentang percakapan tertutup mereka, dengan mengatakan, "Kami mengandalkan Presiden Trump untuk kebebasan di Venezuela."

 

"Presiden Trump mengetahui situasi di Venezuela; dia peduli tentang penderitaan rakyat Venezuela," katanya.

 

BACA JUGA: Sudah Launching, Aprilia di MotoGP 2026 Menyeramkan

Machado mengatakan dirinya memberi tahu Trump bahwa rakyat Venezuela "ingin hidup dengan kebebasan, dengan martabat, dengan keadilan, kami ingin anak-anak kami kembali ke rumah, dan agar hal itu terjadi, harus ada demokrasi di Venezuela."

 

Perempuan itu menyerahkan hadiah bergengsi tersebut kepada Trump selama pertemuan mereka di Gedung Putih pada hari Kamis (15/1) waktu setempat.

"Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk bertemu María Corina Machado dari Venezuela, hari ini," tulis Trump dalam sebuah unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social.

 

Kategori :