Anggoro menambahkan “Transformasi digital menjadi salah satu pondasi untuk memperluas pangsa pasar layanan BSI kedepan. Inisiatif digitalisasi pasar tradisional dirancang untuk menjangkau segmen masyarakat yang perputaran ekonominya di pasar”,ujarnya.
Kota-kota ini dipilih BSI sebagai salah satu kota untuk pengembangan ekosistem usaha dan pasar ritel agar semakin maju, berdaya saing, dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. Didukung dengan lahirnya banyak UMKM dari pasar serta perputaran ekonomi grassroot juga bersumber dari pasar.
Selain itu, BSI juga memperluas kolaborasi dengan pengelola pasar, pemerintah daerah, dan komunitas UMKM untuk memperkuat rantai ekonomi halal. Dengan langkah tersebut, BSI menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan perbankan syariah yang inklusif, modern, serta memberi nilai tambah bagi masyarakat dan pelaku usaha.
BACA JUGA: HDBank Completes Issuance of US$100 Million Green Bonds to International Investors
Untuk itu saat ini kami terus mendorong akselerasi dengan Pemerintah Daerah untuk bersama mengembangkan potensi tersebut ke berbagai sektor industri halal, yang mana BSI siap ambil bagian sebagai mitra strategis untuk kemajuan UMKM melalui ekosistem pasar.