JAKARTA, Radarseluma.Disway.id – Pameran Elektronik Konsumen (CES) 2026 menghadirkan berbagai teknologi dan perangkat canggih, termasuk yang ditampilkan oleh Nvidia. Dalam penampilan di CES, Pimpinan NVIDIA Jensen Huang memamerkan sistem kecerdasan buatan baru yang membuat mobil dapat mengemudi sendiri dan benar-benar “berpikir”, yang disebut Alpamayo.
BACA JUGA:Toyota Hilux Mobil Desian Khusus Mesin Double Gardan, Kemampuan yang Luar Bisa Populer di Indonesia
BACA JUGA:Mitsubishi Triton 4x4: Desain Canggih dan Mewah Double Cabin, Mampu Taklukkan Segala Medan
Dilansir Arena EV, sistem baru ini mengamati jalan dan menggunakan penalaran untuk memahami apa yang dilihatnya. Ini merupakan terobosan besar bagi dunia mobil listrik; Nvidia bahkan menyebutnya sebagai “momen ChatGPT” untuk mesin yang bergerak di dunia nyata. Sama seperti chatbot yang belajar menulis esai, perangkat lunak baru ini belajar mengemudi dengan memahami logika.
NVIDIA tidak merahasiakan teknologi ini dan membuatnya tersedia untuk semua produsen mobil. Yang pertama merasakan “otak” silikon baru ini adalah para pengemudi Mercedes-Benz CLA.
Di masa lalu, komputer otonom mahir mendeteksi rambu berhenti atau mobil lain. Namun, mereka mengikuti aturan ketat, sementara mengemudi di dunia nyata bisa jadi rumit. Terkadang, pekerja konstruksi memberi isyarat agar Anda menerobos lampu merah, atau sinar matahari memantul dari permukaan basah. Situasi seperti ini disebut “kasus ekstrem” dan dapat membingungkan komputer.
Di sinilah perbedaan Alpamayo dengan komputer otonom lainnya. AI ini menggunakan proses “rantai pemikiran”. Alpamayo menonton video jalan, merencanakan jalur, lalu menjelaskan alasan pilihannya. Ia dapat memberi tahu, “Saya bergerak ke kiri karena truk di depan tampak seperti sedang parkir.”
BACA JUGA:Sampai Desember 2025, Bank Mandiri Sudah Salurkan KUR Rp 41 Triliun
Huang menjelaskan bahwa kemampuan memikirkan masalah langka inilah yang membuat sistem ini istimewa. Untuk membantu perusahaan lain mengejar ketertinggalan, NVIDIA merilis “bobot” atau instruksi inti dari model tersebut kepada publik di situs Hugging Face. Mereka juga merilis alat simulasi bernama AlpaSim dan koleksi data mengemudi yang sangat besar, mencakup lebih dari 1.700 jam video situasi kompleks. Hal ini membuat Nvidia terlihat mirip dengan Google dalam strategi Android—ingin menjadi sistem operasi untuk semua orang.