BENGKULU SELATAN, Radarseluma.Disway.id - Warga Desa Babatan Ulu dan Penandingan, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, semakin frustrasi dengan kondisi jalan lintas yang menghubungkan kedua desa tersebut. Jalan yang seharusnya menjadi akses utama bagi warga untuk beraktivitas sehari-hari, kini menjadi momok yang menakutkan.
BACA JUGA: Dana Penunjang Dinilai Membengkak, DPRD Seluma Tindaklanjuti Evaluasi RAPBD 2026
BACA JUGA:BKPSDM Seluma Lebih Fokus Tingkatkan Layanan Kepegawaian
"Jalan yang diperkirakan sepanjang 5 kilometer itu, dilaporkan sangat parah dan berlobang-lobang, sehingga membuat kendaraan roda dua sulit melewatinya, terutama di musim hujan. Genangan air sering memenuhi lobang-lobang di jalan, membuat perjalanan menjadi lebih sulit,"ujar Wadimin salah satu toko Pemuda desa Penandingan.
Dikatakan Wadimin, Jalan ini sudah sangat parah, kami warga sudah tidak bisa lagi menahan kesabaran. Kami butuh jalan yang baik, jalan hotmix yang bisa membuat kami nyaman saat beraktivitas.
"Kondisi jalan yang parah telah menyebabkan banyak kerugian bagi warga, terutama para petani yang harus mengangkut hasil panen. Kami sudah berulang kali meminta kepada pemerintah untuk memperbaiki jalan ini, tapi belum ada respon yang memuaskan,"gumam Wadimin.
BACA JUGA:Diduga Korsleting, Atap Peron di Stasiun Bogor Terbakar, Tak Ada Korban Jiwa
Ia menambahkan kondisi jalan yang parah telah menyebabkan banyak kecelakaan, terutama di malam hari. Khawatir akan keselamatan anak-anak kami yang harus melewati jalan ini untuk pergi ke sekolah.
"Warga Desa Babatan Ulu dan Penandingan telah beberapa kali melakukan aksi protes dan meminta kepada pemerintah untuk memperbaiki jalan lintas yang menghubungkan kedua desa tersebut. Namun, hingga saat ini, belum ada tindakan yang signifikan dari pemerintah. Untuk itu, kembali memohon kepada pemerintah untuk segera memperbaiki jalan ini.Yang mana butuh jalan hotmix yang baik dan nyaman untuk beraktivitas,"pungkas Wadimin.