Judul Khutbah Jum’at: Mengambil Ibrah dari Ujian di Bulan Safar

Jumat 01-08-2025,11:00 WIB
Reporter : juliirawan
Editor : juliirawan

Allah SWT berfirman:

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

Artinya: “Dan katakanlah, ‘Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap.’ Sesungguhnya yang batil itu pasti lenyap.” (QS. Al-Isra: 81)

Perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan adalah wujud nyata dari perjuangan melawan kebatilan. Banyak ulama dan santri yang terlibat aktif dalam jihad fi sabilillah. Mereka berjuang bukan semata-mata karena nasionalisme, tapi karena iman dan cinta tanah air sebagai bagian dari keimanan.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دِينِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ قُتِلَ دُونَ أَهْلِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ

Artinya: “Barangsiapa terbunuh karena membela hartanya, maka ia syahid; barangsiapa terbunuh karena membela agamanya, maka ia syahid; dan barangsiapa terbunuh karena membela keluarganya, maka ia syahid.” (HR. Tirmidzi, shahih)

BACA JUGA:Empat Pesan Abadi Rasulullah SAW: Istighfar, Syahadat, Doa Surga Neraka, dan Ridho Allah

Mengisi Kemerdekaan dengan Iman dan Taqwa

Sebagai umat Islam, setelah 80 tahun kemerdekaan Indonesia, pertanyaan besar bagi kita adalah: Sudahkah kita mengisi kemerdekaan ini dengan iman dan takwa?
Kemerdekaan yang tidak diisi dengan nilai-nilai Islam hanya akan melahirkan kemunduran moral, kerusakan sosial, dan hilangnya jati diri bangsa.

Allah SWT berfirman:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

Artinya: “Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (QS. Al-A’raf: 96)

Ayat ini menegaskan bahwa keberkahan suatu bangsa tidak datang dari pembangunan fisik semata, tapi dari iman dan takwa.

Ujian sebagai Sarana Evaluasi Diri

Bulan Safar yang penuh ujian dan hari kemerdekaan yang penuh perjuangan harus menjadi momentum bagi kita untuk muhasabah (introspeksi diri). Kita harus bertanya: apakah kita telah menjadi umat yang layak menyandang gelar khalifah di muka bumi?

Kategori :