BACA JUGA:Meneladani Semangat Hijrah Para Tabi’in: Cahaya Perjuangan Iman yang Tak Padam
Komponen-Komponen Rumah Tangga Islami
1. Menanamkan Tauhid dan Akidah Sejak Dini
Lingkungan Islami dimulai dari penanaman tauhid yang benar. Orang tua wajib mengenalkan anak kepada Allah, ajarkan kalimat syahadat, serta mengenalkan mereka dengan rukun iman dan Islam.
يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Artinya: "Wahai anakku! Janganlah kamu mempersekutukan Allah. Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar." (QS. Luqman: 13)
Luqman sebagai seorang ayah, mengajarkan anaknya tauhid sebelum hal lain. Ini adalah prioritas utama dalam pendidikan Islam di rumah.
2. Membangun Ibadah Bersama dalam Keluarga
Salat berjamaah, membaca Al-Qur’an bersama, berpuasa di bulan Ramadan, dan memperingati hari-hari besar Islam merupakan bagian dari ibadah kolektif yang menumbuhkan spiritualitas keluarga.
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا
Artinya: "Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya." (QS. Thaha: 132)
Salat bukan hanya kewajiban individu, tapi juga harus menjadi budaya dalam keluarga.
3. Menumbuhkan Akhlak Mulia dan Adab Islami
Akhlak adalah cerminan Islam dalam kehidupan. Rasulullah SAW bersabda:
"إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ
Artinya: "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Ahmad)