After Sale dan Baterai Penyebab Harga Mobil Listrik Anjlok

Sabtu 12-07-2025,13:13 WIB
Reporter : Jeffri Ginting
Editor : Jeffri Ginting

 

JAKARTA, Radarseluma.Disway.id - Kasus terbakarnya mobil listrik dan purna jual atau after sale, ternyata berdampak besar bagi penjualan mobil listrik.

Penjualan mobil listrik yang saat ini banyak ditawarkan, tak juga membaik. Bahkan mobil listrik masih menyisakan keraguan bagi konsumen, termasuk di Indonesia.

 

BACA JUGA:Toyota Agya Mobil Desain Canggih dan Mewah Berukuran Kecil, Populer di Pasar Otomotif Indonesia

BACA JUGA:Terbaru dari Wuling, Wuling New Binguo EV Seharga Rp279 Juta

Diketahui, tak sedikit masyarakat Indonesia masih melihat harga jual kembali saat menentukan membeli mobil baru. Fenomena anjloknya harga bekas mobil listrik membuat banyak orang ragu untuk memboyong kendaraan berbasis baterai itu.

 

Founder National Battery Research Institute Prof. Evvy Kartini kepada wartawan mengatakan, penurunan harga mobil listrik disebabkan baterai. Penurunan performa baterai menyebabkan harga mobil listrik anjlok karena pemilik baru dituntut mengganti baterai baru.

 

"Tentu saja kita harus melihat secara keseluruhan. Jantungnya EV (electric vehicle) itu baterai. Kalau bicara baterai itu jantungnya transisi energi di dunia," kata Evvy di Jakarta, dikutip pada Kamis (10/7/2025). 

 

Sebagai gambaran, harga baru Hyundai Ioniq 5 Signature Long Range mencapai lebih dari Rp800 juta. Sementara harga bekasnya dengan jarak pemakaian selama dua tahun dibanderol Rp400 jutaan.

 

Ini juga terjadi pada BYD Seal Premium dibanderol Rp639 juta dan Seal Performance AWD dijual Rp750 juta. Tapi, setelah satu tahun pemakaian, harga jual kembalinya turun Rp200 jutaan yang tersebar di platform jual beli kendaraan bekas online.

Kategori :