Menutup pernyataannya, Febrinanda menyerukan agar masyarakat dan pemerintah daerah berani berkata “tidak” terhadap tambang emas, demi masa depan yang berdaulat dan berkelanjutan.
“Kalau memang emas itu ada, biarlah ia tetap tertidur dalam bumi. Biarkan menunggu generasi yang lebih siap secara teknologi, mentalitas, dan kedaulatan. Jangan biarkan tanah ini dijual atas nama kesejahteraan yang hanya fatamorgana.”tutupnya. (ndo)