قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ، وَإِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ
Artinya: Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya besarnya pahala sebanding dengan besarnya ujian. Dan sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka. Siapa yang ridha, maka baginya keridhaan Allah; dan siapa yang murka, maka baginya kemurkaan Allah.” (HR. Tirmidzi, no. 2396)
Hadits ini menjadi penguat bagi kaum muslimin agar bersabar menghadapi kesulitan hidup. Sakit dan susah bukan tanda Allah membenci kita, justru seringkali itu tanda cinta dan keinginan Allah untuk mengangkat derajat kita.
BACA JUGA:Teladan Kesabaran Sejati: Kisah Nabi Ayyub AS dalam Menghadapi Ujian Tanpa Batas
Hikmah dari Kisah Nabi Ayyub AS
Dari kisah ini, ada beberapa pelajaran penting yang dapat kita ambil:
1. Sabar adalah ujian keimanan tertinggi.
Sabar bukan berarti pasrah tanpa usaha, tapi menerima ketetapan Allah dengan hati yang tenang sambil terus berikhtiar.
2. Doa adalah kekuatan dalam kelemahan.
Doa Nabi Ayyub menunjukkan betapa besar kuasa Allah jika seorang hamba berserah diri sepenuhnya.
3. Ketaatan tetap dijaga dalam derita.
Nabi Ayyub tidak pernah berhenti beribadah walau dalam kondisi sakit parah.
4. Tidak mengeluh kepada manusia.
Ia hanya mengadu kepada Allah, bukan kepada manusia, sebagai bentuk tawakal yang murni.
Meneladani Sabar yang Tidak Mengeluh
Kisah Nabi Ayyub AS bukan sekadar dongeng moral, tapi cermin bagi setiap kita saat menghadapi sakit dan susah. Dalam dunia yang penuh keluhan dan ketidaksabaran, kisah ini mengingatkan kita bahwa kekuatan terbesar seorang mukmin bukan terletak pada tubuh yang sehat atau harta yang berlimpah, tetapi pada hatinya yang sabar dan tetap bertawakal kepada Allah.
Mari kita jadikan kesabaran Nabi Ayyub AS sebagai teladan hidup, terutama di saat kita merasa lemah dan sendiri. Karena pada hakikatnya, Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang bersabar dan berdoa kepada-Nya. (djl)