3. Menyambut Tahun Baru dengan Semangat Hijrah
Hijriyah berasal dari kata "hijrah" yang artinya berpindah atau berubah. Momentum pergantian tahun Hijriyah harus dimaknai sebagai kesempatan untuk hijrah dari keburukan menuju kebaikan, dari kelalaian menuju ketaatan.
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
Artinya: “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Ankabut: 69)
Ayat ini mengisyaratkan bahwa perubahan ke arah yang lebih baik pasti dibimbing oleh Allah, asalkan ada kesungguhan dalam diri kita. Maka, pergantian tahun adalah saat yang tepat untuk membuat resolusi iman dan amal, agar hidup lebih terarah dan bermakna.
BACA JUGA:Menjaga Semangat Haji dalam Kehidupan Sehari-hari: Meski Belum Berkesempatan Berangkat ke Baitullah
Jangan Lewatkan Momen Berharga Ini
Akhir tahun Hijriyah bukan sekadar penghujung kalender Islam, tetapi waktu yang sangat tepat untuk bermuhasabah dan memperbanyak istighfar. Evaluasi diri, akui kesalahan, dan buka lembaran baru dengan tekad untuk lebih baik. Semakin sering kita memperbaiki diri, semakin besar pula peluang kita mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT.
Jadikan Akhir Tahun sebagai Awal Kesadaran
Kita tidak tahu apakah akan bertemu lagi dengan tahun berikutnya. Maka, manfaatkan waktu yang tersisa di tahun ini dengan penuh kesadaran, istighfar, dan tekad hijrah. Semoga kita termasuk dalam golongan hamba yang selalu introspektif dan terus tumbuh dalam keimanan.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَالِنَا خَوَاتِيمَهَا، وَخَيْرَ أَيَّامِنَا يَوْمَ نَلْقَاكَ
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah amalan terbaik kami adalah yang terakhir, dan jadikanlah hari terbaik kami adalah hari ketika kami bertemu dengan-Mu." (djl)