Facebook, Instagram, TikTok, dan X (Twitter) bisa digunakan untuk menyebarkan kutipan ayat, hadis, artikel islami, hingga ceramah singkat. Akun-akun dakwah yang konsisten menyebarkan nilai-nilai Islam kini telah memiliki jutaan pengikut.
2. YouTube dan Podcast
Ceramah yang dulu hanya bisa dihadiri di masjid kini bisa ditonton ulang melalui YouTube atau didengarkan melalui podcast, bahkan oleh orang-orang dari negara lain. Inilah salah satu bentuk “globalisasi dakwah”.
3. Website dan Blog
Artikel dakwah, fatwa ulama, tafsir ayat, dan penjelasan hadits bisa disebarkan melalui website. Website menjadi perpustakaan digital umat yang dapat diakses kapan saja.
4. Aplikasi Islami
Mulai dari aplikasi Al-Qur'an digital, pengingat sholat, hingga platform belajar agama online, semua menjadi media dakwah dan pembelajaran.
Dalil Al-Qur’an yang Menginspirasi Pemanfaatan Teknologi
Allah SWT berfirman:
"وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ ۗ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ"
Artinya: "Dan Kami menjadikan untuk kamu di bumi keperluan-keperluan hidup; sedikit sekali kamu yang bersyukur." (QS. Al-A'raf: 10)
Teknologi adalah bagian dari "ma'āyisy" (keperluan hidup) yang Allah karuniakan untuk kemudahan manusia. Maka, sudah seharusnya kita bersyukur dengan memanfaatkannya untuk hal-hal yang diridhai Allah, salah satunya adalah untuk berdakwah.
Etika Dakwah Digital
Meskipun teknologi memberikan kemudahan, namun dakwah tetap harus memperhatikan adab dan etika:
• Tidak menyebar hoaks atau informasi yang belum terverifikasi.
• Menggunakan bahasa yang santun dan tidak provokatif.
• Menghindari konten dakwah yang menimbulkan kebencian atau perpecahan.
• Mengutamakan keikhlasan dan bukan popularitas.