2.Menghidupkan sunnah Rasulullah SAW:
Siapa yang mencintai Rasul, hendaknya mengikuti jejaknya, termasuk dalam berpuasa sunnah.
3.Menyiapkan diri menghadapi Idul Adha:
Puasa membantu membersihkan jiwa sebelum merayakan hari raya dengan hati yang lapang.
4.Kesempatan menggugurkan dosa:
Terutama di hari Arafah, puasa ini menjadi sarana penghapus dosa yang sangat besar.
5.Mengisi waktu-waktu utama dengan amal terbaik:
Karena sepuluh hari awal Dzulhijjah adalah hari-hari terbaik sepanjang tahun, maka isilah dengan ibadah seperti puasa.
Para ulama sangat menganjurkan puasa di hari-hari ini. Imam Nawawi rahimahullah menyatakan dalam Syarh Shahih Muslim yang artinya:
ulama sangat menganjurkan puasa di hari-hari ini. Imam Nawawi rahimahullah menyatakan dalam Syarh Shahih Muslim yang artinya:
“Disunnahkan berpuasa sembilan hari pertama dari Dzulhijjah secara keseluruhan.”
Imam Ahmad dan Imam Syafi’i juga menyebutkan kesunnahan puasa di hari-hari awal ini, dan ulama salaf terdahulu dikenal semangat dalam memanfaatkan momentum Dzulhijjah dengan berpuasa dan berdzikir.
BACA JUGA:Keutamaan Bulan Zulhijjah: Bulan Penuh Berkah