Artinya: “Puasa hari Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim no. 1162)
Berpuasa di sembilan hari pertama termasuk dalam keumuman hadis tentang amal shalih yang dicintai Allah pada sepuluh hari tersebut.
2. Memperbanyak Dzikir, Takbir, dan Tahlil
Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam bersabda:
فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ
Artinya: “Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir, dan tahmid.”
(HR. Ahmad)
Dzikir ini bisa dilafazkan kapan saja selama sepuluh hari pertama, baik secara individu maupun berjamaah, dengan suara keras (bagi laki-laki) maupun pelan (bagi perempuan). Di antara lafaznya adalah:
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
3. Bersedekah dan Beramal Sosial
Menghidupkan sunnah juga berarti memperbanyak kebaikan terhadap sesama. Di bulan ini, amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Maka memperbanyak sedekah, membantu fakir miskin, atau menunaikan zakat adalah bagian dari sunnah yang patut dijaga.
4. Mempersiapkan Diri untuk Berkurban
Bagi yang memiliki kelapangan rezeki, menyembelih hewan kurban pada hari Idul Adha adalah ibadah yang sangat dianjurkan.
Allah berfirman:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Artinya: “Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.”
(QS. Al-Kautsar: 2)
Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ
Artinya: “Tidak ada amal anak Adam yang lebih dicintai Allah pada hari Nahr (Idul Adha) selain menyembelih kurban.”
(HR. Tirmidzi no. 1493)
5. Menjaga Adab Potong Kuku dan Rambut bagi yang Hendak Berkurban
Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam bersabda: