Artinya: “Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil (لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ), takbir (ٱللَّهُ أَكْبَرُ), dan tahmid (ٱلْـحَمْدُ لِلَّهِ).” (HR. Ahmad)
5. Mempersiapkan Diri untuk Puasa di 9 Hari Pertama
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam 9 hari pertama Zulhijjah adalah berpuasa, terutama puasa Arafah pada tanggal 9 Zulhijjah. Rasulullah SAW bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ
Artinya: “Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim, no. 1162)
6. Menata Niat untuk Berqurban
Bagi yang memiliki kemampuan finansial, menyiapkan niat untuk berqurban juga bagian dari persiapan spiritual. Allah SWT berfirman:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Artinya: “Maka dirikan lah shalat karena Tuhanmu dan berqurban lah.” (QS. Al-Kautsar: 2)
Qurban adalah bentuk pendekatan diri (taqarrub) kepada Allah dan simbol ketundukan terhadap perintah-Nya.
BACA JUGA:Bersyukur atas Setiap Nikmat yang Allah Berikan di Bulan Dzulqa’dah
Dari penjelasan di atas maka dapatlah kita simpulkan bahwa Zulhijjah bukan sekadar bulan biasa. Ia adalah momen penuh kemuliaan, peluang besar untuk mendulang pahala, dan kesempatan untuk memperbaiki diri. Oleh sebab itu, mempersiapkan diri secara spiritual sebelum memasuki bulan ini merupakan langkah yang sangat penting.
Persiapan itu dimulai dari taubat, memperbanyak ibadah, menjaga lisan dengan dzikir, menata niat berqurban, dan memperbanyak amal shaleh. Jangan sampai bulan penuh berkah ini lewat begitu saja tanpa makna.
Semoga kita semua termasuk hamba-hamba Allah yang menyambut Zulhijjah dengan semangat iman dan penuh harapan akan ridha-Nya. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita hamba yang bertaqwa. (djl)