Ramadhan Bulan Kesabaran: Menempa Jiwa, Menguatkan Iman, dan Menggapai Derajat Taqwa
Rabu 25-02-2026,11:00 WIB
Reporter:
juliirawan|
Editor:
juliirawan
Radarseluma.disway.id - Ramadhan Bulan Kesabaran: Menempa Jiwa, Menguatkan Iman, dan Menggapai Derajat Taqwa--
Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang sangat dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia. Ia bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan pendidikan jiwa, bulan pengendalian diri, dan bulan pembentukan karakter. Dalam madrasah Ramadhan, kaum muslimin dilatih untuk bersabar dalam berbagai keadaan: sabar dalam ketaatan, sabar meninggalkan maksiat, dan sabar menghadapi ujian kehidupan.
Kesabaran adalah fondasi utama dalam menjalani ibadah puasa. Tanpa kesabaran, puasa hanya akan menjadi rutinitas fisik tanpa makna ruhani. Oleh sebab itu, Ramadhan sering disebut sebagai syahrus shabr (bulan kesabaran), karena di dalamnya terkandung pelajaran besar tentang bagaimana seorang hamba mengendalikan hawa nafsu demi meraih ridha Allah SWT.
Ramadhan dan Perintah Sabar dalam Al-Qur’an
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)
Ayat ini menegaskan bahwa kesabaran adalah kunci pertolongan Allah. Dalam konteks Ramadhan, puasa adalah bentuk nyata dari kesabaran itu sendiri. Menahan diri dari makan, minum, dan syahwat sejak terbit fajar hingga terbenam matahari merupakan latihan besar untuk menguatkan kesabaran lahir dan batin.
Allah juga berfirman:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Artinya: “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)
Betapa besar keutamaan sabar sehingga Allah menjanjikan pahala tanpa batas. Puasa di bulan Ramadhan termasuk ibadah yang penuh dengan nilai kesabaran, sehingga balasannya pun sangat istimewa.
Hadits tentang Puasa dan Kesabaran
Rasulullah SAW bersabda:
الصَّوْمُ نِصْفُ الصَّبْرِ
Artinya: “Puasa itu setengah dari kesabaran.” (HR. Tirmidzi)
Hadits ini menunjukkan bahwa puasa adalah manifestasi nyata dari kesabaran. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering kali sulit mengendalikan emosi, keinginan, dan hawa nafsu. Namun di bulan Ramadhan, seorang muslim dituntut untuk menahan amarah, menjaga lisan, dan mengontrol sikap.
Rasulullah SAW juga bersabda:
إِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ
Artinya: “Apabila salah seorang di antara kalian berpuasa, maka janganlah ia berkata kotor dan jangan pula berteriak-teriak. Jika ada yang mencelanya atau mengajaknya bertengkar, maka hendaklah ia berkata: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini mengajarkan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan emosi dan amarah. Inilah esensi kesabaran yang sesungguhnya.
Tiga Bentuk Kesabaran di Bulan Ramadhan
1. Sabar dalam Ketaatan
Ramadhan adalah bulan ibadah. Umat Islam memperbanyak shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan berdzikir. Semua itu membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Bangun sahur, menahan kantuk, dan menjaga semangat ibadah selama sebulan penuh adalah bentuk kesabaran dalam ketaatan.
2. Sabar Menjauhi Maksiat
Di bulan Ramadhan, umat Islam dilatih untuk menjaga pandangan, menjaga lisan, dan menahan diri dari segala perbuatan dosa. Puasa menjadi benteng yang melindungi diri dari perbuatan maksiat. Jika seseorang mampu menjaga diri selama Ramadhan, maka diharapkan ia mampu mempertahankannya di bulan-bulan berikutnya.
3. Sabar Menghadapi Ujian
Tidak semua orang menjalani Ramadhan dalam keadaan mudah. Ada yang sedang sakit, dalam kesulitan ekonomi, atau menghadapi masalah keluarga. Namun Ramadhan mengajarkan bahwa setiap ujian adalah ladang pahala bagi orang yang sabar.
Allah SWT berfirman:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Artinya: “Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)
Ayat ini sangat relevan dengan suasana Ramadhan. Rasa lapar dan haus adalah bagian dari ujian yang melatih kesabaran seorang hamba.
Hikmah Ramadhan sebagai Bulan Kesabaran
Ramadhan membentuk pribadi yang kuat dan matang secara spiritual. Orang yang terbiasa sabar akan lebih tenang dalam menghadapi masalah, tidak mudah marah, serta lebih bijaksana dalam mengambil keputusan.
Kesabaran juga melahirkan empati sosial. Ketika merasakan lapar, seseorang akan lebih peduli terhadap fakir miskin. Dari sinilah tumbuh semangat berbagi, zakat, dan sedekah.
Ramadhan sejatinya adalah madrasah kehidupan. Jika selama sebulan penuh seseorang berhasil menjaga sabarnya, maka ia telah menempuh langkah besar menuju derajat takwa sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 183 bahwa tujuan puasa adalah agar menjadi orang-orang yang bertaqwa.
Ramadhan adalah bulan kesabaran yang mengajarkan umat Islam untuk menahan diri, mengendalikan hawa nafsu, serta memperkuat iman. Kesabaran dalam Ramadhan bukan hanya bersifat fisik, tetapi juga spiritual dan emosional. Al-Qur’an dan hadits telah menegaskan betapa besar kedudukan orang-orang yang sabar di sisi Allah SWT.
Puasa adalah latihan nyata untuk membentuk pribadi yang sabar dalam segala aspek kehidupan. Orang yang berhasil menjalani Ramadhan dengan penuh kesabaran akan memperoleh pahala yang berlipat ganda dan derajat yang tinggi di sisi Allah.
Semoga Ramadhan benar-benar menjadi bulan pembentuk kesabaran dalam diri kita. Jangan biarkan puasa hanya menjadi rutinitas tahunan tanpa perubahan karakter. Jadikan Ramadhan sebagai momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan meningkatkan kualitas kesabaran dalam setiap keadaan.
Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk golongan hamba-hamba-Nya yang sabar, yang mendapatkan pahala tanpa batas, serta meraih kemuliaan dunia dan akhirat. Aamiin. (djl)
Sumber: