Artinya: “Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31)
5. Menghidupkan Hati dengan Dzikir
Hati yang hidup adalah hati yang senantiasa mengingat Allah. Dzikir memberi ketenangan dan mendekatkan diri pada Allah. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Ar-Rad ayat 28 yang mana berbunyi:
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Dzikir melunakkan hati, menjernihkan pikiran, dan membangkitkan semangat beribadah dengan khusyuk.
BACA JUGA:Menghindari Dosa-Dosa yang Menghambat Perjalanan Ibadah
Buah dari Ibadah yang Baik
Ketika seseorang bersungguh-sungguh menjadi pribadi yang lebih baik dalam ibadah, maka akan tampak perubahan dalam kehidupannya. Ia menjadi pribadi yang sabar, jujur, rendah hati, dan amanah. Ibadah sejati melahirkan akhlak yang luhur.
Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Ad-Dailami yang berbunyi:
إِنَّ الرَّجُلَ لَيُصَلِّي سِتِّينَ سَنَةً، وَمَا تُقْبَلُ لَهُ صَلَاةٌ، لَعَلَّهُ يُتِمُّ الرُّكُوعَ، وَيُخِلُّ السُّجُودَ، أَوْ يُتِمُّ السُّجُودَ، وَيُخِلُّ الرُّكُوعَ
Artinya: “Sungguh seseorang bisa saja shalat selama enam puluh tahun, tetapi tidak diterima satu pun shalatnya, karena dia tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya.” (HR. Ad-Dailami)
Hadits ini mengingatkan bahwa kualitas lebih penting daripada kuantitas. Maka, menjadi pribadi yang lebih baik dalam ibadah adalah tentang memperbaiki kualitas: niat, tata cara, khusyuk, dan penghayatan.
Dari penjelasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa menjadi pribadi yang lebih baik dalam ibadah bukanlah tujuan sesaat, melainkan proses panjang yang menuntut kesungguhan dan keistiqamahan. Perjalanan ini harus didasari oleh niat yang ikhlas, ilmu yang benar, serta usaha yang terus menerus dalam memperbaiki hati dan amal.
Ibadah yang benar akan mengubah pribadi menjadi insan yang taat, bertanggung jawab, dan mencintai kebaikan. Dari shalat yang khusyuk hingga sedekah yang tulus, semua bentuk ibadah adalah jalan menuju kesempurnaan iman.
Marilah kita terus berbenah, memperbaiki diri, dan mendekatkan hati kepada Allah SWT melalui ibadah yang berkualitas. Jangan pernah puas dengan amal yang telah kita lakukan, karena setiap hari adalah kesempatan untuk menjadi lebih baik. Semoga Allah memudahkan langkah kita untuk terus bertumbuh menjadi hamba-Nya yang dicintai dan diridhai oleh Allah SWT sebagai dijelaskan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Abu Dawud yang mana berbunyi: