Dengan berdakwah atau sekadar membagikan pesan kebaikan dari sunnah Nabi, kita turut memperkuat cinta dan kedekatan hati kepada beliau.
BACA JUGA:Belajar dari Kisah Nabi Ibrahim AS: Keikhlasan dalam Berqurban
Buah dari Cinta kepada Rasulullah SAW
Cinta kepada Rasulullah SAW akan membuahkan banyak kebaikan. Di antaranya:
Mendapatkan syafa’at beliau di hari Kiamat
Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Bukhari yang berbunyi:
أَحَقُّ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ
Artinya: "Orang yang paling berhak mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat adalah yang mengucapkan 'La ilaha illallah' dengan ikhlas dari hatinya."(HR. Bukhari)
Bersama beliau di Surga
Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Bukhari dan Muslim yang mana berbunyi:
الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ
Artinya:;"Seseorang akan (dibangkitkan) bersama orang yang ia cintai."(HR. Bukhari dan Muslim)
Jika kita mencintai Nabi Muhammad SAW, maka insya Allah kita akan dikumpulkan bersama beliau di surga kelak.
Dari penjelasan di atas maka dapatlah kita simpulkan bahwa Bulan Dzulqa’dah adalah momentum penuh berkah untuk memperbaharui dan meningkatkan rasa cinta kita kepada Rasulullah SAW. Dalam ketenangan bulan suci ini, kita diajak merenungi kembali siapa yang paling layak kita cintai. Rasulullah bukan hanya tokoh sejarah, tetapi juga kekasih Allah yang membawa petunjuk, rahmat, dan kebahagiaan dunia-akhirat.
Melalui shalawat, pembacaan sirah, pengamalan sunnah, dan penyebaran dakwah beliau, kita dapat memperkuat ikatan batin kita dengan Rasulullah SAW. Semoga dengan cinta itu, Allah SWT memperkenankan kita untuk mendapatkan syafa’at beliau dan dikumpulkan bersama beliau di surga-Nya yang abadi. (djl)