Menindaklanjuti laporan warga, petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah II Bengkulu langsung turun ke lokasi kejadian pada Selasa, 13 Mei 2025 sore, sekitar pukul 15.00 WIB. Petugas melakukan pengecekan dan dokumentasi. Serta memasang rencana mitigasi untuk mencegah serangan susulan.
BKSDA menyatakan bahwa jika satwa tersebut kembali ke lokasi dan menimbulkan ancaman, perangkap akan dipasang guna mengamankannya. Namun, tindakan akan dilakukan secara hati-hati mengingat status satwa tersebut sebagai hewan yang dilindungi negara.
Sebagai informasi, macan dahan (Neofelis diardi) merupakan spesies kucing liar berukuran sedang yang hidup di kawasan hutan tropis Asia Tenggara, termasuk Sumatra dan Kalimantan. Satwa ini dikenal sangat lihai memanjat pohon, memiliki tubuh berotot dengan panjang mencapai 90 cm. Serta ekor panjang untuk menjaga keseimbangan. Berat tubuhnya berkisar antara 11–23 kg, dengan gigi taring yang dapat tumbuh hingga dua inci, menjadikannya predator tangguh di lingkungan arboreal.
BACA JUGA:Meraih Keberkahan dengan Membaca Al-Qur'an Setiap Hari
BACA JUGA:Berusaha Menjadi Muslim yang Lebih Baik Setiap Hari di Dzulqa’dah
Kehadiran macan dahan di dekat permukiman warga diduga akibat rusaknya habitat alami akibat pembukaan lahan dan deforestasi. Satwa liar yang kehilangan tempat tinggal cenderung masuk ke wilayah manusia untuk mencari makanan.
Pihak desa dan BKSDA mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat kandang ternak. Serta melaporkan segera jika menemukan tanda-tanda keberadaan satwa liar di sekitar kebun atau permukiman.
"Kami juga akan berkoordinasi dengan warga untuk mencari solusi jangka panjang. Tujuannya agar masyarakat bisa tetap beternak dengan aman dan satwa liar pun tidak terganggu," pungkasnya.
BACA JUGA:Dzulqa’dah: Bulan Persiapan untuk Berqurban dengan Ikhlas
Kejadian ini menjadi peringatan penting akan dampak konflik manusia dan satwa liar. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa dan instansi konservasi diperlukan untuk menciptakan keseimbangan antara pelestarian alam dan aktivitas manusia.(ctr)